Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAMIKA poros koalisi di Pilpres 2024 tampak semakin menarik. Beberapa saat lalu PKB menjalin komunikasi dengan PDI Perjuangan. Di sisi lain, Partai Gerindra menegaskan bakal bergabung beberapa parpol sekaligus.
Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam menilai dua poros koalisi tersebut memang punya magnet tersendiri, kendati posisi PDIP masih lebih diuntungkan.
"Dua poros koalisi ini PDIP dan Gerindra ini memang potensial menjadi motor dan magnet koalisi, tetapi PDIP jelas lebih punya daya tawar karena masih menjadi partai penyokong utama pemerintah saat ini dan kondisi makro nasionalnya cukup positif," terangnya.
Baca juga: PKB tak Takut Dianggap Bermanuver karena Temui PDIP
Menurutnya, dinamika koalisi masih akan bergejolak. Partai politik (parpol) dinilai masih akan menghitung dan menimbang untung-rugi untuk memfinalkan dukungan.
Ya tentu saja masih dinamis. Sejauh ini koalisi yang akan terbentuk karena parpol yang akan bergabung ke koalisi tersebut masih pada menimbang-nimbang get what-nya guna mendapat daya tawar terbaiknya di koalisi," sambungnya.
Baca juga: Gerindra Sebut Ada Parpol Gabung KKIR di Juli 2023
Surokim memprediksi poros koalisi akan menemukan bentuk pasti pada beberapa bulan mendatang.
"Poros koalisi saya pikir akan segera fix di bulan September dan saya pikir tidak perlu harus ada penghadangan dan lain-lain, smooth saja biarkan mengalir alami ke mana parpol-parpol akan berlabuh dalam koalisi," tambahnya.
Kendati belum final, para calon presiden patut mempersiapkan upaya untuk memenangkan kontestasi 2024, bukan sekadar memperbesar koalisi.
"Menurut saya tidak harus terlena dengan koalisi besar dan kecil karena koalisi yang akan memenangkan kontestasi 2024 ya koalisi dengan rakyat," tandasnya,
Ia menjelaskan koalisi partai hanya berguna sebagai pintu masuk kandidasi. Selebihnya, kemenangan akan ditentukan oleh pemilih dalam pemilu one man one vote.
"Faktanya belum menjadi jaminan jika koalisi besar yang akan memenangkan kontestasi dalam pemilu langsung. Saya pikir para kandidat jangan terlalu terlena dengan dukungan koalisi besar itu belum jadi jaminan dalam pemilu langsung," pungkasnya. (RO/Z-7)
Presiden Prabowo Subianto menuturkan dirinya tidak menaruh dendam pada Anies Baswedan, orang yang menjadi pesaingnya dalam pemilihan presiden di 2024.
Megawati kembali mengungkit soal kekalahan Ganjar Pranowo-Mahfud Md dan meyakini bahwa ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif
PARTISIPASI pemilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Padang tahun 2024 tercatat hanya 49 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).
KETUA PARA Syndicate Ari Nurcahyo menyebut Pilkada Serentak 2024 merupakan pertarungan antara Prabowo Subianto, Joko Widodo, dan Megawati Soekarnoputri.
Pentingnya kepedulian anak-anak muda terhadap perhelatan pilkada mendatang.
DINAMIKA politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 kian panas. Adanya pertemuan antara Joko Widodo dengan salah satu pasangan calon Pilkada Jakarta,
Pilkada lewat DPRD manuver politik para elite yang telah diperhitungkan secara matang demi pembagian kekuasaan di tingkat daerah.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Pantas Nainggolan menegaskan perombakan struktur ini menjadi fondasi kebangkitan partai di Jakarta.
Sebanyak delapan parpol, setelah beberapa kali pertemuan, bersepakat resmi mendeklarasikan komitmen dan semangat bersama bernama GKSR.
Budi membeberkan ada arahan dari Jokowi untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Partai politik yang mengedepankan kejujuran akan membuat partai tersebut terbuka dan dinamis.
Peneliti Perludem, Haykal mengatakan bahwa aturan ini penting agar sistem kepartaian tidak terjebak dalam pola kartel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved