Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT politik dari Universitas Indonesia (UI) Cecep Hidayat mengatakan tindakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memanggil enam ketua umum partai politik (parpol) ke Istana Negara sarat akan konflik kepentingan. Terlebih Jokowi tidak melibatkan NasDem yang notabene masih di dalam lingkaran koalisi.
Cecep mengatakan seharusnya Jokowi dalam kapasitasnya sebagai Presiden mampu mewadahi seluruh masyarakat. Tanpa embel-embel, kepentingan Parpol tertentu.
"Nah itu sebaiknya, karena memang pada diri Jokowi itu melekat sebagai seorang presiden dimana dia harus mewadahi kelompok masyarakatnya. Bukan partai tertentu. Kalau kayak gini kan jadi ada Conflict of Interest yang dilakukan oleh Jokowi," kata Cecep, Senin, (8/5).
Baca juga : Surya Paloh : Jangan Terus Pertajam Perbedaan, Gol Besar Kita Indonesia Maju
Oleh karena itu, Cecep mengatakan bahwa wajar jika sejumlah pihak mengkritik keputusan Presiden Jokowi tersebut. Sebab, seharusnya ia tidak memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.
Jokowi, lanjut Cecep, seharusnya belajar dari para Presiden terdahulu yang mengambil sikap netral saat memasuki senjakala masa jabatannya.
Baca juga : Jusuf Kalla Kritik Sikap Jokowi yang tak Undang NasDem ke Istana
"Nah ini yang kemudian ditanggapi juga oleh Surya Paloh, oleh Jusuf Kalla, dan oleh Anies sendiri dan memang idealnya seperti halnya pada presiden sebelumnya di masa akhir jabatan sebenarnya tidak menggunakan rumah kekuasaan untuk kemudian berusaha mempengaruhi kegiatan atau fenomena politik yang akan terjadi," beber Cecep.
"Memang harusnya bisa menjaga diri, meskipun Jokowi menyampaikan bahwa 'saya politisi juga'. Misalkan begini, misalnya Ganjar atau Prabowo ketika keliling itu tidak di hari kerja ya, di Sabtu-Minggu," imbuhnya.
Cecep melanjutkan, imbas dari kejadian tersebut akan berpengaruh pada perjalanan karir politik trah Jokowi ke depannya.
Sebab, kontestasi di daerah akan berada pada tingkat nasional dan diharapkan meraka mampu menjalin komunikasi yang baik dengan sejumlah parpol.
"Saya kira Gibran dan juga Boby, bahkan adiknya Kaesang akan membangun kerjasama politik juga. Karena politik era sekarang mungkin beberapa partai di tingkat nasional tidak bekerjasama. Tapi di daerah kan mereka berkawan. Dan dalam politik sendiri dinamis ya, mungkin sekarang enggak berkawan tapi nantinya di pemilu selanjutnya akan berteman," terang Cecep.
"Jadi, masing-masing menjadi aktor politik yang berbeda tentu saja dengan Jokowi," pungkasnya. (Z-8).
Sikap aktif Seskab Teddy di media sosial merupakan bentuk strategi komunikasi yang bertujuan melindungi otoritas tertinggi negara.
Hal itu disampaikan Prasetyo menanggapi pertanyaan terkait sikap Presiden Prabowo Subianto atas situasi tersebut, di Sentul, Bogor, Senin (2/2).
Ia menjelaskan, perubahan tata ruang yang tidak terkendali turut memengaruhi daya tampung air di wilayah Jabodetabek.
Menurutnya, optimalisasi belanja pemerintah menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Tak selang lama, mobil dinas Brian dengan nomor polisi RI 25-7 tiba menyusul pada pukul 20.32 WIB.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved