Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK istana membantah bahwa kebijakan penaikan tarif PBB sebesar 250 persen yang berujung pada demo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, merupakan dampak dari efisiensi anggaran. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi menyebut kebijakan yang dikeluarkan oleh pemda dinilai merupakan kewenangan murni yang dimiliki oleh kepala daerah.
"Mengenai tuduhan, bahwa hal-hal yang dilalukan pemda ini terkait dengan kebijakan efisiensi, kami anggap ini tanggapan prematur," ujar Hasan dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (14/8).
Itu berkaitan dengan penilaian bahwa kisruh di Kabupaten Pati berawal dari kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Karena kebijakan itu, pemda mencari cara untuk mengoptimalisasi pendapatan daerah, dan salah satu yang diambil ialah menaikan tarif PBB.
Efisiensi yang dilakukan di awal 2025, lanjut Hasan, berlaku bagi seluruh kabupaten/kota dan kementerian/lembaga. Karenanya, jika dinilai bahwa apa yang terjadi di Pati imbas kebijakan efisiensi pemerintah pusat, maka semestinya gejolak terjadi di seluruh kabupaten/kota.
"Jadi kalau ada spesifik seperti di Pati, ini murni dinamika lokal. Kalau ini adalah efek kebijakan pemerintah pusat, maka kita harus bicara dalam konteks 500-an kota, ini perlu ditekankan," kata Hasan.
"Untuk kebijakan-kebijakan yang ada di pemda, itu kan memang kewenangan mereka. Ini memang kewenangan dari pemda. Bahkan kebijakan-kebijakan tarif PBB ini ada yang sudah dari 2023-2024, yang 2025 ada yang baru menjalankan. Jadi ini tidak bisa dengan tuduhan prematur seperti itu. Karena sebenarnya efisiensi ini hanya 4-5% dari anggaran yang biasa dikelola pemda," tambahnya.
Lebih lanjut, dia juga meminta agar penyelesaian masalah di Pati dapat dilakukan dengan baik. "Untuk di Pati kami berharap bisa diselesaikan dengan baik, semua pihak bisa berdialog, bertemu dengan kepala dingin, dengan hati tenang, untuk bisa menyelesaikan persoalan ini dengan baik. Karena kalau ketertiban umum terganggu, tentu kepentingan masyarakat secara umum juga terganggu," pungkas Hasan. (H-4)
Bupati Pati Sudewo membantah telah memberikan sesuatu kepada Ahmad Husein, salah satu penggagas aksi unjuk rasa yang menuntut dirinya mundur dari jabatan beberapa waktu lalu.
Aksi unjuk rasa Demo Pati Jilid II yang dijadwalkan pada 25 Agustus 2025. Mendagri Tito mengingatkan Bupati Pati Sudewo agar menjalin komunikasi santung dengan masyarakat
PARTAI Gerindra masih mengkaji pemberian sanksi kepada kadernya yang juga Bupati Pati Sudewo.
Perlu adanya sistem yang meninjau ulang rancangan peraturan daerah dalam kasus Bupati Pati Sudewo
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menanggapi aksi demonstrasi warga Pati yang menuntut Bupati Pati Sudewo dari jabatannya.
Kepolisian Daerah Jawa Tengah memastikan telah membebaskan 22 warga Pati yang sebelumnya ditangkap usai demo menuntut pengunduran diri Bupati Pati, Sudewo.
Hasan Nasbi mengajak seluruh pihak tidak terburu-buru menyimpulkan akar masalah banjir di Sumatra.
Perubahan gaya pernyataan Purbaya ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap disiplin komunikasi pejabat pemerintah.
Eks Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi mengkritik gaya komunikasi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa
Hasan yang kini merupaka Komisaris PT Pertamina itu memeprtanyakan arah dan tujuan dari gaya komunikasi Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik Hasan Nasbi terkait gaya komunikasinya yang dinilai “koboi”. Menkeu menegaskan langkahnya dilakukan atas instruksi Presiden Prabowo
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi yang mengkritik gaya komunikasinya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved