Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PEMERINTAH terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pengembangan tenaga kerja terampil, guna memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (7/8).
"Presiden telah memberikan arahan kepada Menteri Pekerja Migran untuk merancang konsep pendidikan vokasi terpusat guna menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap bekerja di luar negeri," ujar Hasan.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan vokasi ini akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di sedikitnya 40 sektor strategis yang saat ini mengalami kekurangan SDM terampil.
Lebih lanjut, pendidikan vokasi tersebut akan terintegrasi dengan peluang kerja di pasar internasional.
"Yang diminta Presiden adalah sistem pendidikan vokasi yang terkonsep dan terintegrasi, sehingga kita dapat mengirim tenaga kerja terampil untuk menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja global," pungkas Hasan. (Z-10)
Hasan kemudian bicara mengenai alokasi anggaran untuk Kementerian Haji dan Umrah. Ia mengatakan persoalan anggaran tentu akan disiapkan.
Pemerintah tak pernah melarang masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Hanya, penyampaian itu semestinya dilakukan dengan tertib tanpa adanya vandalisme.
Pemerintah bakal menindaklanjuti amanat Undang Undang Haji dan Umroh dengan menerbitkan Peraturan Presiden mengenai kementerian haji.
Presiden Prabowo Subianto bakal menyampaikan pidato dalam The United Nation General Assembly (UNGA) ke-80 pada 23 September 2025.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi meminta publik melemparkan kritik berbasis pada, bukan perasan semata.
MASYARAKAT diminta untuk meninggalkan aktivitas dan mengambil sikap sempurna selama tiga menit pada 17 Agustus 2025 saat lagu Indonesia Raya
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved