Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Prabowo Subianto bakal menyampaikan pidato dalam The United Nation General Assembly (UNGA) ke-80 pada 23 September 2025. Kepala Negara berada di urutan ketiga untuk berpidato pada kesempatan tersebut.
"Presiden nanti dijadwalkan pidato di hari pertama dan urutan ketiga pada tanggal 23 September," kata Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi kepada pewarta, Jakarta, Selasa (26/8) malam.
UNGA merupakan badan pembuat kebijakan utama PBB. Majelis tersebut beranggotakan seluruh negara anggota, dan menyediakan forum untuk diskusi multilateral mengenai isu-isu yang tercantum dalam piagam PBB.
Sidang ke-80 Majelis Umum UNGA akan dibuka pada 9 September 2025. Debat Umum tingkat tinggi akan berlangsung dari 23-27 September dan berakhir pada 29 September 2025.
Hasan enggan menyampaikan lebih jauh perihal isi pidato yang akan disampaikan oleh presiden. Dia juga bergeming ketika ditanya agenda lain dalam lawatan Kepala Negara ke Amerika Serikat tersebut.
"Yang jelas perjalanan ke sana untuk berpidato, agenda lain saya belum bisa berkomentar," terangnya.
Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat periode 2010-2013 Dino Patti Djalal menuturkan, urutan ketiga dalam penyampaian pidato di UNGA merupakan kehormatan bagi Indonesia. Apalagi itu juga merupakan kali pertama sejak 10 tahun terakhir presiden Indonesia berpidato dalam forum tersebut.
Karenanya, dia berharap Prabowo dapat menyampaikan pesan dan masukan konstruktif terkait permasalahan dunia saat ini. "Indonesia menurut saya perlu memberikan konsep dan masukan mengenai the next world order itu seperti apa Karena sekarang ini semuanya lagi berpikir ke arah itu, tapi belum ada konsep yang jelas, belum ada masukan yang jelas. Sementara kekuatan orde-orde yang sebelumnya itu masih tetap bertahan," ujar Dino.
Dia juga mengapresiasi Prabowo yang mau tampil di forum internasional, tak seperti presiden sebelumnya yang kerap alpa di forum-forum internasional. Dino berharap kehadiran Prabowo nantinya dapat menjadi penyegar pada kebutuhan multilateralisme dunia yang sedang kalut.
"Jadi kami (berharap) mudah-mudahan pidato yang bisa membuat kita semua bangga, tapi juga bisa membuat kita kembali terjun ke kancah multilateralisme dengan sangat serius," tuturnya. (E-3)
Program undian ini mendapat respons positif dari masyarakat.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Para delegasi SMA Labschool Jakarta berkunjung dan diterima oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo di kantor KBRI Indonesia di Washington DC.
PBB menutup 2025 dengan tunggakan kontribusi mencapai US$1,6 miliar (Rp26 triliun).
PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya membentuk PBB baru melalui peluncuran Dewan Perdamaian.
PETA geopolitik dunia kembali bergejolak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi meluncurkan forum internasional baru bernama Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
Hasan Nasbi mengajak seluruh pihak tidak terburu-buru menyimpulkan akar masalah banjir di Sumatra.
Perubahan gaya pernyataan Purbaya ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap disiplin komunikasi pejabat pemerintah.
Eks Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi mengkritik gaya komunikasi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa
Hasan yang kini merupaka Komisaris PT Pertamina itu memeprtanyakan arah dan tujuan dari gaya komunikasi Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik Hasan Nasbi terkait gaya komunikasinya yang dinilai “koboi”. Menkeu menegaskan langkahnya dilakukan atas instruksi Presiden Prabowo
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi yang mengkritik gaya komunikasinya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved