Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Republik Indonesia (Polri) terus berinovasi guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satunya menerapkan surat tanda nomor kendaraan (STNK) berbasis elektronik.
Terobosan yang dikembangkan Polri itu bertujuan untuk mewujudkan transparansi dan kemudahan yang bisa dirasakan masyarakat di era digital.
Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo seusai peluncuran Aplikasi Elektronik Samsat Digital Nasional (e-Signal) di Ballroom Trans Luxury Hotel Bandung, Selasa (14/3).
Menurut Kapolri, aplikasi E-Signal yang diluncurkan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri merupakan wujud peningkatan pelayanan bagi masyarakat, khususnya dalam perpanjangan STNK. Diharapkan, masyarakat akan semakin dimudahkan dengan program tersebut.
"Ke depan kita rencanakan menggunakan STNK elektronik, setelah kita kembangkan programnya. Saat ini perpanjangan STNK menggunakan online, dan STNK-nya elektronik," ujar Jenderal Listyo.
e-AVIS
Pada kesempatan tersebut, Korlantas Polri juga meluncurkan aplikasi Electronic Audio Visual Integrated System (e-AVIS). Aplikasi tersebut bisa melayani ujian pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara online.
Melalui e-AVIS, Kapolri mengatakan, masyarakat akan mendapatkan berbagai informasi mengenai prosedur pembuatan SIM. Sehingga, masyarakat mengetahui kemampuan yang harus dimiliki sebelum mengajukan pembuatan SIM.
"Kita luncurkan juga panduan untuk yang akan ujian SIM. Kita berikan modul pelatihan, sehingga masyarakat bisa mengerti bahwa kalau nanti ada pertanyaan, di situ ada penjelasan dan panduannya," bebernya.
Dengan berbagai kemudahan tersebut, Kapolri berharap masyarakat semakin memahami aturan dalam berlalu lintas. Pasalnya, hal tersebut akan mengurangi risiko pelanggaran dan kecelakaan.
"Jadi hal-hal ini yang ke depan terus ditingkatkan, sehingga harapan kita di tahun 2023 kualitas pelayanan publik di sisi Polantas akan semakin baik," tandasnya. (N-2)
Haidar Yaafi menegaskan bahwa problem lalu lintas di Jakarta, Surabaya, Medan, dan kota metropolitan lainnya tidak bisa diatasi hanya dengan pelebaran jalan atau rekayasa fisik semata.
Budi membeberkan ada sejumlah jalan yang terdampak dari kegiatan Reuni Akbar 212 ini. Masyarakat diminta menghindari jalan tersebut.
Penggunaan sirene dan strobo tidak serta-merta bisa dilakukan sembarang pihak. Ada ketentuan jelas kapan digunakan dan kapan tidak.
Dalam unggahan di media sosial, masyarakat meminta agar penggunaan sirene dan strobo ini diutamakan untuk kendaraan dengan kebutuhan urgensi.
PENDIRI Majelis Ta’lim Sabilu Taubah Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam menyampaikan imbauan dari Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho agar jemaah menaati aturan lalu lintas.
TANGGAL 19 September resmi ditetapkan sebagai Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved