Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPP Partai NasDem Ahmad Effendy Choirie menilai Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja subjektif dalam berkomentar soal bakal calon presiden yang kerap melakukan safari politik saat ini. Politikus yang kerap disapa Gus Choi itu bahkan menuding ada kepentingan lain dari pernyataan Bagja.
"Mestinya mereka, kan, mengawasi dengan berpijak pada undang-undang sehingga pengawasannya menjadi objektif. Kalau begini, kan, menjadi subjektif," kata Gus Choi kepada Media Indonesia, Selasa (21/2).
Baca juga: PKB yakin MK tolak Proporsional Tertutup, Alasannya Pemilu Makin Dekat
Dalam acara diskusi bertajuk OTW 2024: Setahun Jelang Pemilu, Mata Rakyat Tertuju ke KPU dan Bawaslu yang digelar lembaga survei KedaiKOPI pada Minggu (19/2), Bagja menyinggung soal kegiatan safari politik capres yang diusung partai saat masa sosialisasi.
"Safari politik, misalnya ada, mohon maaf ini, keliling terus. Lama-lama, kan, ono opo ini (ada apa ini)? Capres itu doang yang keliling terus. Satu dua. Capres yang dicalonkan partai," ujar Bagja.
Bagja menyebut, sosialisasi jelang Pemilu 2024 hanya boleh dilakukan di acara internal partai politik dan tidak perlu melibatkan masyarakat. Kendati demikian, pihaknya menyilakan pemasangan baliho untuk menghilangkan asumsi di masyarakat terkait isu penundaan pemilu.
NasDem sendiri diketahui sudah mengusung Anies Baswedan sebagai capres pada Pilpres 2024 mendatang. Menurug Gus Choi, yang dilakukan pihaknya saat ini adalah bentuk pendidikan politik yang merupakan salah satu fungsi partai. Setelah merekrut, NasDem menilai Anies perlu dikenalkan kepada masyarakat.
"Ketika kita tawarkan kepada publik, kan, kita tidak maksa untuk publik nyoblos atau mendukung Anies. Tidak," ujarnya.
Adapun sebelum tahapan kampanye benar-benar dimulai, Gus Choi merasa masa sosialisasi harus digunakan secara maksimal lain dalam rangka pesta demokrasi lima tahunan sekali. Ia pun menyilakan partai politik lain melakukan hal serupa seperti yang dilakukan NasDem.
"Atau sebenarnya sudah melakukan, tapi kenapa enggak disindir-sindir?" tandasnya. (OL-6)
KETUA Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momentum perayaan Tahun Baru Imlek 2026 sebagai energi baru dalam memperkokoh pluralisme.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved