Sabtu 07 Januari 2023, 21:50 WIB

Korban Tragedi Kanjuruhan Tagih Janji Kapolri Tuntaskan Pelanggaran Etik

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Korban Tragedi Kanjuruhan Tagih Janji Kapolri Tuntaskan Pelanggaran Etik

AFP/AMAN ROCHMAN
Ratusan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan menggelar tahlilan 100 hari di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (5/1) malam.

 

KORBAN Tragedi Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, menagih janji Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menuntaskan tindak pidana dan pelanggaran etik oleh anggota Polri maupun pihak lain yang terlibat dalam insiden yang menewaskan 135 orang itu.
 
"Betul (menagih janji), kami sudah laporkan dugaan pelanggaran etik terkait pengamanan di Kanjuruhan ke Divpropam (Divisi Profesi dan Pengamanan). Harapannya, dari situ nanti muncul fakta-fakta pelanggaran yang dapat diproses secara etik dan pidana sesuai penyampaikan Kapolri," kata Anjar Nawan Yuski, tim pengacara korban Tragedi Kanjuruhan di Jakarta, Sabtu (7/1).
 
Korban tragedi Kanjuruhan melaporkan dugaan tindak pidana Pasal 340 dan Pasal 338 ke Bareskrim Polri. Namun, laporan tersebut tidak  diproses karena sudah ada proses pidana terhadap enam tersangka di Polda Jawa Timur.
 
Selain itu, korban tragedi Kanjuruhan juga melaporkan mantan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta ke Divpropam Polri pada Selasa (22/11/2022), terkait dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik Polri, utamanya soal pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) dalam pengamanan pertandingan di Stadion Kanjuruhan& pada 1 Oktober 2022. Laporan tersebut teregistrasi dengan Nomor:  SPSP2/7136/XI2022/Bagyanduan.
 
Selain Nico, pihak yang dilaporkan adalah anggota Satbrimob Polda Jawa Timur dan anggota Sabhara Polres Malang yang terlibat dalam pengamanan Stadion Kanjuruhan berdasarkan Sprin/1606/IX/PAM.3.3/2022 tanggal 28 September 2022.
 
"Kalau saya pahami kami membuka ruang untuk itu konteksnya enggak hanya proses etik terhadap personel bermasalah, tapi juga proses pidananya jalan juga," kata Anjar.
 
Menurut Anjar, pihaknya menunggu pengembangan tersangka lain dalam Tragedi Kanjuruan, setidaknya di level eksekutor penembak gas air mata, yang hingga kini belum diproses.


Baca juga: Mantan Danpuspom Minta Pemerintah Tanggani Korban Mafia Tanah Lebih Serius

 
"Apalagi level pimpinan Polri sesuai rekomendasi TGIPF malah belum diproses," tambahnya.

Oleh karena itu, Anjar berharap pernyataan Kapolri dalam rilis akhir tahun tersebut dapat terealisasi untuk menuntaskan kasus Tragedi Kanjuruhan. Anjar menambahkan pengaduan mereka di Divpropam Polri telah diproses.
 
"Yang sudah progres di Divpropam, tempo hari sudah dimintai keterangan para pengadunya," kata Anjar.
 
Sebelumnya, dalam rilis akhir tahun Polri 2022, Listyo Sigit menyampaikan permintaan maaf atas Tragedi Kanjuruhan dan dua kasus
besar lain yang melibatkan anggota Polri, yakni Fredy Sambo dan Teddy Minahasa. Kasus-kasus tersebut menjadi penyebab menurunnya kepercayaan publik terhadap Polri.
 
Terkait Tragedi Kanjuruhan, Listyo Sigit mengatakan penyidik sudah menetapkan enam tersangka. Lima tersangka sudah dilimpahkan
ke jaksa penuntut umum (JPU) dan sudah dinyatakan lengkap untuk naik ke tahap penuntutan atau P-21. Namun, satu tersangka masih dalam proses pemberkasan perkara.
 
Selain itu, terdapat 20 personel kepolisian yang diproses etik dalam tragedi tersebut.
 
Terkait adanya tekanan untuk memproses pidana kemungkinan tersangka lainnya, Kapolri mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya telah melaksanakan gelar perkara dengan menghadirkan ahli-ahli pidana, salah satunya membahas penerapan Pasal 340 dan 338 dalam Tragedi Kanjuruhan.
 
"Namun demikian, terhadap penambahan Pasal 340 ataupun 338 itu berdasarkan keterangan ahli tidak bisa dipenuhi. Sehingga, tentunya kami menindaklanjuti apa yang menjadi petunjuk dan temuan-temuan tersebut," ujar Listyo Sigit. (Ant/OL-16)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

AMDP Adukan Hasnaeni Wanita Emas ke Bareskrim

👤Selamat Saragih 🕔Jumat 27 Januari 2023, 11:55 WIB
ALIANSI Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) mengadukan Ketua Umum Partai Republik Satu Hasnaeni Moein atau biasa disebut 'wanita...
MI/Moh Irfan

Jaksa Tolak Pledoi Kuat Ma'ruf, Sebab Tidak Menggambarkan Fakta

👤Irfan Julyusman 🕔Jumat 27 Januari 2023, 11:52 WIB
Jaksa menilai fakta yang disampaikan oleh kubu Kuat merupakan fakta yang semu dan parsial serta tidak menggambarkan fakta yang...
AFP/Annie

Pengertian Kudeta, Jenis dan Contoh Peristiwa

👤Meilani Teniwut 🕔Jumat 27 Januari 2023, 10:06 WIB
Beberapa negara yang pernah mengalami kudeta yakni Venezuela, Thailand hingga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya