Senin 05 Desember 2022, 20:22 WIB

Bareskrim Polri Terbitkan Red Notice Tersangka Kasus Net89

Khoerun Nadif Rahmat | Politik dan Hukum
Bareskrim Polri Terbitkan Red Notice Tersangka Kasus Net89

ANTARA
Bareskrim Polri

 

POLRI menerbitkan red notice kepada dua tersangka kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang robot trading Net89. Penerbitan red notive tersebut dikarena dua tersangka tersebut diduga berada di luar negeri.

Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri, Kombes Chandra Sukma Kumara memaparkan adapun dua tersangka tersebut ialah Andreas Andreyanto (AA) dan Lauw Swan Hie Samuel (LS). 

Baca juga: 

"Tersangka yang lain ada di Indonesia, untuk dua tersangka yang masih buron atas nama AA dan LS. Sudah (terbitkan red notice)," kata Chandra saat dikonfirmasi, Senin (5/12).

Akan tetapi, sampai saat ini pihak Kepolisian masih belum melakukan penahanan terhadap tersangka kasus Net89 lainnya. Chandra beralasan, pihaknya saat ini masih berfokus melakukan penelusuran dan penyitaan aset milik para tersangka.

Chandra menyebutkan para tersangka kasus Net89 yang masih berada di Indonesia telah dilakukan pencekalan. "Kita masih memaksimalkan asset tracing para tersangka, dan para tersangka sudah kita cekal semua," ungkapnya.

Diketahui, dalam kasus robot trading Net89 Polisi sebelumnya telah menetapkan delapan tersangka. Akan tetapi, saat ini tersisa tujuh tersangka lantaran tersangka Hanny Suteja telah meninggal dunia pada 30 Oktober 2022 lalu. 

Adapun ke tujuh tersangka tersebut yakni Andreas Andreyanto (AA), Lauw Swan Hie Samuel (LSHS), Erwin Saeful Ibrahim (ESI), Reza Shahrani (RS), Alwin Aliwarga (AAL), Ferdi Iwan (FI), dan David (D). 

Para tersangka kasus robot trading Net89 dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 28 dan/atau Pasal 34 ayat 1 juncto Pasal 50 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Adapun pasal lain yang menjerat Reza Paten dan tersangka lainnya ialah Pasal 69 ayat 1 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana dan/atau Pasal 46 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 198 tentang Perbankan. (OL-6)

Baca Juga

MI/Susanto

Dongkrak Indeks Korupsi, Kejagung Gencarkan Pengusutan Kasus

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 01 Februari 2023, 21:31 WIB
Salah satu terobosan yang dilakukan penyidik Kejagung adalah membuktikan kerugian perekonomian negara dalam dua perkara korupsi pada tahun...
Dok. Bawaslu.go.id

Bawaslu Kalteng Temukan Dugaan Dukungan Ganda Bacalon DPD RI

👤Antara 🕔Rabu 01 Februari 2023, 20:42 WIB
Bawaslu Kalteng Temukan Dugaan Dukungan Ganda Bacalon DPD...
 MI/USMAN ISKANDAR

PKS Justru 'Pede' Golkar yang bakal Merapat ke Koalisi Perubahan

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Rabu 01 Februari 2023, 19:58 WIB
Partai yang dipimpin Ahmad Syaikhu itu justru percaya diri Golkar bakal bergabung dengan Koalisinya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya