Kamis 01 Desember 2022, 20:34 WIB

KPK Kaji Fakta Hukum Pejabat Titipkan Maba ke Unila

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
KPK Kaji Fakta Hukum Pejabat Titipkan Maba ke Unila

ANTARA/M Risyal Hidayat
Tersangka Rektor nonaktif Universitas Negeri Lampung Karomani usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (29/11).

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengkaji fakta hukum soal dugaan sejumlah pejabat yang menitipkan calon mahasiswa baru (maba) di Universitas Lampung (Unila).
 
"Intinya, pembuktian itu dari seseorang menyampaikan sesuatu itu baru menjadi keterangan dan informasi saja, kecuali kemudian didukung oleh alat bukti lain dengan saksi yang lain ataupun pembuktian alat bukti yang lain baru kemudian menjadi fakta hukum. Itu yang akan dikembangkan teman-teman KPK," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (1/12).
 
Sebelumnya, dalam sidang perkara kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru untuk terdakwa pihak swasta Andi Desfiandi di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Rabu (30/11), Rektor nonaktif Unila Karomani yang dihadirkan sebagai saksi menyebutkan sejumlah tokoh yang menitipkan anak maupun saudara mereka kepadanya untuk diterima sebagai mahasiswa Unila.
 
Sejumlah tokoh itu, di antaranya Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan hingga tiga anggota DPR RI yakni Utut Adianto, Tamanuri, dan Muhammad Khadafi.
 
Diungkapkan Ghufron bahwa sebelumnya beberapa pihak tersebut juga telah dipanggil KPK sebagai saksi dalam proses penyidikan.
 
"Pihak-pihak ini yang juga disebutkan oleh teman-teman sidik KPK sudah dipanggil. Bukan hanya menunggu setelah disidangkan karena sebelumnya mereka tentu sudah menyampaikan di tingkat penyidikan," ucap Ghufron.


Baca juga: Wakil Ketua KPK Gugat Persyaratan Batas Usia

 
Sementara itu, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto menyebut KPK masih mendalami terkait dengan hal tersebut, terutama soal unsur pidananya.
 
"Beberapa pejabat yang menitipkan, kami lihat kembali ini pasal apa, pidana korupsi apa, kalau di situ suap, kalau memang nanti ada alat buktinya, pemberian dan penerimaan kami bisa permasalahkan atau kami bisa gali lebih dalam karena antara pemberi dan penerima itu ada dua pihak," ujar Karyoto.
 
Ia melanjutkan, "Ada yang mengaku menerima, tetapi yang memberi tidak, tanpa ada keterangan saksi yang lain atau petunjuk-petunjuk yang lain, ya, itu masih kurang. Intinya kalau hanya sekadar nitip-nitip tanpa ada sesuatu, mungkin kalau kenal, ya, wajar-wajar saja."
 
Dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) KPK menunjukkan barang bukti berupa tulisan tangan Karomani yang terdapat daftar nama-nama calon maba hasil titipan beberapa pihak.
 
Nama-nama calon mahasiswa titipan itu adalah NZ dari Utut Adianto, AQ NP dari Thomas Rizka, KDA dari Tamanuri, SNA dari Polda Lampung Joko, NA dari Sulpakar, RAR dari Bupati Lampung Tengah, FA dari Pendekar Banten, ZA dari Zulkifli Hasan, ZAP dari terdakwa Andi Desfiandi, R dari Muhammad Khadafi, PR dari keluarga Banten, dan FS dari Wakil Rektor II Unila Asep Sukohar.
 
Selain itu, ada calon mahasiswa berinisial M titipan dari Asep Sukohar, AC titipan Alzier Dianis Thabranie, NA titipan Sulaiman, NT titipan Dr Z, RBM titipan pemilik saham RS Urip Sumoharjo, AF titipan Mahfud Suroso, M titipan Budi Sutomo, dan MZ titipan Budi Sutomo. (Ant/OL-16)
 

 

Baca Juga

ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Jokowi tidak Keberatan Kaesang Terjun ke Dunia Politik

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 29 Januari 2023, 11:27 WIB
"Mereka sudah punya keluarga sendiri, harus bertanggung jawab, memutuskan sendiri, dan saya enggak akan...
ANTARA/Hafidz Mubarak A

Puan Maharani, Tokoh dengan Tingkat Resistensi Paling Tinggi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 29 Januari 2023, 11:11 WIB
Direktur Riset dan Program Algoritma Research and Consulting, Fajar Nursahid, mengemukakan Puan Maharani mendapatkan resistensi paling...
Youtube Sekretariat Presiden

Jokowi Benarkan Bertemu dengan Surya Paloh

👤Andhika Prasetyo 🕔Minggu 29 Januari 2023, 11:02 WIB
Isu utak-atik kursi menteri kian kencang berhembus seiring semakin dekatnya hari Rabu Pon yang akan jatuh pada 1 Februari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya