Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MASIFNYA arus informasi konten-konten digital yang ada di media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam hal ini Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyosialisasikan Pancasila. Guna mendekatkan dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda, BPIP akan memasifkan konten-konten kampanye ideologi Pancasila melalui media sosial.
Melalui forum Diskusi Kelompok Terpumpun bertema 'Identifikasi Distorsi Pehamanan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial' Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Ir Prakoso menyatakan semua pihak memiliki tanggung jawab untuk merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui pengimplementasian nilai-nilai Pancasila.
"Kita punya tanggung jawab bersama merawat NKRI. Negara ini dibentuk, dibuat mempunyai visi, teritori, dan isi. Isinya yaitu pancasila," kata Prakoso di Jakarta, Kamis (27/10).
Prakoso menyebutkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup harus ada di seluruh rakyat Indonesia. Termasuk saat memanfaatkan sosial media. Konten tentang Pancasila yang hadir melalui sosial media diharapkan mampu mengatasi disrupsi nilai-nilai Pancasila akibat masifnya konten negatif di sosial media.
"Salah satu caranya ialah melalui sosial media. Bagaimana era sosmed masyarakat juga aware. Melalui hiburan-hiburan yang ada nilai-nilai Pancasila itu diberikan," lanjutnya.
Tak hanya itu, Prakoso menjelaskan pihaknya juga menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menyaring konten sosial media yang bertentangan dengan Pancasila.
"Masyarakat juga harus dirangkul untuk membangun kesadaran mereka, misalnya kalau ada konten yang merendahkan negara, itu tidak disebarkan," jelasnya.
Prakoso menyebutkan pihaknya juga merancang suatu gerakan yang akan diterapkan di tengah masyarakat. Dirinya menghimbau agar masyarakat bisa menyebarkan konten-konten yang sesuai dengan nilai-nilai perikamanusiaan.
"Ini juga bisa melalui gerakan masyarakat menyebarkan konten mulia dan juga bagaimana kita memanusiakan manusia. walaupun kita berbeda-beda tapi tetap satu jua," pungkas Prakoso.
Baca juga: BPIP Harus Sosialisasikan Pancasila di TikTok
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Savic Ali ekspresi kebencian sangat mudah ditemukan di sosial media. Oleh karena itu, BPIP perlu memastikan nilai-nilai Pancasila dapat ditemukan juga di sosial media agar persatuan bangsa tetap terjaga.
"Banyak kosakata kebencian yang mudah ditemukan di sosial media. Ini akan memberatkan mimpi kita tentang Pancasila terkait kemanusian. Tantangan bagi sila ke 3 persatuan Indonesia," ungkap Savic.
Sementara itu Founder Drone Emprit Ismail Fahmi menjelaskan generasi Z merupakan penggunan sosial mdai paling besar. Oleh karena itu dirinya mendukung upapa BPIP untuk memasifkan nilai-nilai Pancasila melalui kampanye media sosial.
"Tren perbincangan dan pemberitaan Pancasila selama enam bulan terakhir mengalami kenaikan. Terutama pada momen Hari Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila," ungkap Ismail.
Dalam pantauannya di media sosial, Ismail menjelaskan bahwa selama ini publik senang karena ideologi Pancasila selama ini terbukti mampu mempersatukan perbedaan di masyarakat. Melalui sosial media publik juga memiliki menyatakan bahwa Pancasila adalah benteng terhadap paham menyimpang dan intoleransi.
"Konten terkait Pancasila di Instagram lebih beragam dari pada twitter. Sementara Hashtag Pancasila di TikTok mencapai 287 juta," ungkapnya. (P-5)
Lagu atau musik yang muncul dalam video streaming maupun live streaming di platform digital merupakan objek pengumpulan royalti.
Sikap aktif Seskab Teddy di media sosial merupakan bentuk strategi komunikasi yang bertujuan melindungi otoritas tertinggi negara.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez umumkan rencana pelarangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi memberantas 'Wild West' digital.
Menurut tangkapan layar yang dibagikan oleh Paluzzi, Meta akan memperingatkan pengguna bahwa jika mereka keluar dari daftar Teman Dekat.
BMKG menyepakati bahwa kemampuan lingkungan dalam merespons air hujan yang jatuh menjadi faktor penting terjadi atau tidak terjadinya banjir.
Di tengah padatnya dunia digital, tantangan terbesar adalah menjaga agar suara tidak mengalahkan pemahaman, dan teknologi tidak mengikis empati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved