Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA saat puncak Hari Santri Nasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumasmemuji kiprah Menteri BUMN Erick Thohir yang sukses sebagai pengusaha dan pejabat publik.
Dalam sambutannya, Yaqut meminta para santri dapat mengikuti dan mencontoh keberhasilan Erick baik sebagai pengusaha dan pejabat publik.
Bahkan ia berharap santri seperti Erick dapat ikut dalam kancah Pilpres 2024 mendatang.
Melihat pujian Yaqut tersebut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Wawan Mas'udi, menilai suatu apresiasi dan keberasilan yang telah ditoreh Erick untuk dekat dan memberdayakan umat Islam di Indonesia.
Dedikasikan dan kemampuannya serta waktunya memberdayakan umat Islam sudah tak diragukan lagi. Khususnya melalui ormas Islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan GP Ansor.
Baca juga: Erick Thohir Dinilai Jadi Figur Cawapres Unggulan
"Pujian Gus Yaqut ini menunjukkan kenyamanan mayoritas umat Islam yang ditunjukkan oleh komunitas NU dan GP Ansor kepada Menteri Erick," jelas Wawan.
"Mereka dapat saling mengisi dan membutuhkan. Proses kenyamanan antara Menteri Erick dan NU ini tentu bukan jangka pendek," ucapnya.
Menurut Wawan, ada proses yang sangat panjang yang harus dilalui. Kalau Menteri Erick mencoba masuk ke NU namun chemistry tidak terbentuk, tentu tidak menimbulkan kenyamanan.
"Kedekatan ini bukan pragmatis politik. Tetapi lebih dari itu yaitu memberdayakan umat Islam di Indonesia. Dan itu niat yang sangat mulia," kata Wawan.
Lanjut Wawan, dengan latar belakang pengusaha yang sukses, Erick mencoba mentransformasi pengalaman dan sumber daya yang selama ini dimilikinya untuk membantu kemajuan warga NU.
Erick mencoba untuk memperkuat dan memperkokoh semangat kewirausahaan kepada ormas Islam moderat terbesar di Indonesia.
"Ini yang mungkin meninggalkan kesan tersendiri bagi Nahdiyin ke Menteri Erick. Menteri Erick menunjukkan keseriusannya untuk memperkenalkan entrepreneurship kepada santri NU dan GP Ansor," terangnya.
Selama ini kultur wirausaha di kalangan pesantren masih kosong. Pak Erick berhasil masuk ke komunitas pesantren tersebut dengan visi yang jelas.
"Yaitu program kewirausahaan. Dan itu direspons sangat positif oleh komunitas pesantren. Ide wirausaha tersebut saat ini sangat dibutuhkan oleh pesantren di Indonesia," ungkap Wawan.
Dengan ketulusan membantu komunitas NU, menurut Wawan juga memberikan dampak dan menghadirkan identitas baru seperti santri kepada Erick.
Selama ini identitas santri belum dimiliki oleh Erick. Identitas santri tidak semata-mata hanya dibangun dengan program kewirausahaan. Namun perlu dibangun dengan program seperti pengajian dan kedekatan kepada kyai.
"Mungkin saat ini waktunya Menteri Erick untuk berguru dan menyerap ilmu agama kepada kyai di NU. Sehingga nantinya Menteri Erick bisa menjadi santri seutuhnya," jelasnya.
"Memang jenjang santri yang dilakoni Menteri Erick buka seperti santri zaman dulu. Dengan silahturahmi, berdialog, berguru dan menyerap ilmu agama dari kyai juga bisa dikatakan santri," kata Wawan.
Wawan menilai kontribusi Erick untuk memberdayakan umat Islam di Indonesia sudah terlihat dengan jelas. Banyak kebijakan yang dikeluarkan Menteri Erick ditujukan untuk memberdayakan umat Islam.
Contohnya adalah langkah Erick untuk terus memperkuat dan menambah produk yang ada di Bank Syariah Indonesia (BSI). Dengan memperkuat BSI diharapkan ekonomi umat akan semakin lebih kuat.
"Program yang dikeluarkan Menteri Erick di BUMN dalam memberdayakan umat Islam merupakan wujud keberpihakan dan komitmen beliau," katanya.
"Menteri Erick juga mendorong pemahaman Islam yang moderat di mesjid-mesjid BUMN. Sehingga Islam yang ada di BUMN bukan Islam radikal. Tetapi Islam moderat, moderen, terbuka dan lebih Indonesia," pungkas Wawan. (RO/OL-09)
PRESIDEN Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Dony Oskaria sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menggantikan Erick Thohir.
Menteri BUMN Erick Thohir buka suara menanggapi UU BUMN. Perubahan status direksi, komisaris, dan dewan pengawas BUMN yang saat ini tidak lagi dikategorikan sebagai penyelenggara negara.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan kunjungan kerja ke proyek strategis nasional Bali International Hospital (BIH) di Sanur, Bali.
CSIS memandang skeptis perihal pengawasan hingga pengauditan yang akan dilakukan pada Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Hasil kerja sama dan sinergi bakal diperuncing dan difinalisasi pada Kamis (20/2) oleh tim teknis
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta seluruh maskapai penerbangan dan bandara menyiapkan diri untuk menyambut momen Ramadan dan Lebaran.
Tidak perlu adanya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun yang saat ini diusulkan diubah menjadi Lembaga BUMN setelah adanya Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Regulasi telah membagi peran antara Kementerian BUMN dan Danantara, namun praktik di lapangan justru memunculkan kebingungan arah kebijakan.
Pembentukan Danantara memantik wacana penghapusan Kementerian BUMN. Jika benar terjadi, kementerian ini akan “turun status” menjadi badan, sebuah langkah yang diperkirakan mengubah peta pengawasan sekaligus arah bisnis perusahaan pelat merah.
Pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto menanggapi kemungkinan Kementerian BUMN diturunkan statusnya menjadi badan.
Pemerintah memberi sinyal bakal mengubah status Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi badan.
Isu pembubaran Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ada juga wacana peleburan Kementerian BUMN ke BPI Danantara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved