Rabu 28 September 2022, 18:05 WIB

Pakar Komunikasi Nilai AHY Belum Matang Berpolitik

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Pakar Komunikasi Nilai AHY Belum Matang Berpolitik

MI/Andri Widiyanto
Analis Komunikasi Politik UPH Emrus Sihombing (kiri)

 

PAKAR komunikasi politik Emrus Sihombing menilai Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono harus menyampaikan informasi secara objektif.

Hal itu merespons pernyataan AHY bahwa Presiden Joko Widodo hanya sekedar 'gunting pita' proyek infrastruktur era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Emrus melihat AHY sedang mem-framing persespsi publik seolah-olah SBY banyak membangun infrastruktur. "AHY telah melakukan framing, produk manipulasi persepsi publik. Seolah-olah bahwa SBY lebih hebat," ujar Emrus.

Emrus menuturkan AHY seharusnya detail dalam menyampaikan data. AHY perlu merinci proyek apa yang dikerjakan SBY dan Jokowi.

Terkait hal itu, Emrus menilai AHY menunjukkan ketidak dewasaan dalam berpolitik.

"Pandangan-pandangan yang disampaikan AHY ini menunjukkan ketidakmatangan beliau dalam berkomunikasi politik dan ketidakmatangan sebagai aktor politik. Padahal dia ketua umum partai hingga salah satu kandidat di pilpres 2024," ujarnya.

Lebih lanjut, Emrus juga disebut belum bisa disebut sebagai negarawan. Dia menyebut AHY lebh tepat disebut politisi yang ingin berkuasa. "Kalau negarawan kan lebih mengedepankan, kekuasaan bukan penting. Tapi memperoleh kekuasaan itu harus memang egaliter. Tapi kalau seperti AHY itu belum egaliter," ujar Emrus.

Emrus juga menyarankan AHY menyampaikan program untuk membangun Indonesia. Bukan sekedar membandingkan. "Jadi adu program. Tidak membuat diksi-diksi yang sifatnya seolah-olah SBY superior," ujarnya.

Berdasarkan data, SBY hanya membangun jalan tol sepanjang 189,2 km sejak 2004 hingga 2019. Sedangkan Jokowi, telah membangun jalan tol sepanjang 1.762,3 km sejak menjabat pada tahun 2014. Bahkan, 750 km jalan tol lagi ditargetkan selesai pada 2024.

Kemudian, tercatat memang ada 18 bendungan mulai konstruksi di era sby. Namun, seluruhnya diselesaikan di era Jokowi. Jokowi juga diketahui membangun 12 bendungan sejak menjabat. Jika diakumulasi, ada 30 bendungan yang selesai dibangun di era jokowi. Di era jokowi, ditargetkan juga ada 27 bendungan lagi hingga 2024.

Selanjutnya, tercatat ada 24 bandara dibangun di era sby. Sedangkan di era jokowi sebanyak 29 bandara. Jokowi bahkan diketahui menargetkan bakal ada 9 bandara baru maupun revitalisasi hingga 2024.

Selain itu, 316.590 km jalan desa selesai konstruksi di era Jokowi.

Capaian infrastruktur desa yang ada di era Jokowi, antara lain 1.597.539 m jembatan; 1.474.544 unit air bersih desa; 501.054 unit irigasi desa; 12.297 pasar desa, dan 42.357 posyandu. (OL-13)

Baca Juga: Polri segera Siapkan Langkah Lanjutan setelah Berkas Sambo Cs P-21

Baca Juga

DOK MI

KPU Wajib Cermati Hal Teknis

👤Putra Ananda 🕔Jumat 02 Desember 2022, 22:45 WIB
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) diminta mencermati hal teknis terkait penyelenggaraan tahapan Pemilu 2024...
MI/Susanto

Kejagung Periksa Pejabat Pemkab Serang Usut Rasuah Waskita Beton

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 02 Desember 2022, 21:12 WIB
Salah satu pejabat yang diperiksa berinisial TEMS selaku Sekretaris Daerah Pemkab Serang. Dua saksi lainnya berinisial HS dan...
dok.ist

Eros Djarot: Perintah Jokowi Berantas Mafia Tanah Tegas dan Jelas Kok

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 21:05 WIB
KETUA Gerakan Bhinneka Nasionalis, Eros Djarot menilai Presiden Jokowi dipermalukan oleh komplotan mafia tanah.Sebab perintah presiden...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya