Senin 19 September 2022, 17:58 WIB

Antisipasi Skandal Pemilu 2024, SKI Luncurkan Program Saksi Demokrasi

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Antisipasi Skandal Pemilu 2024, SKI Luncurkan Program Saksi Demokrasi

Ist
Diskusi “Jangan Main Kayu Dalam Demokrasi: Antisipasi Skandal Demokrasi 2024 dengan Saksi Demokrasi”.

 

SITUASI politik yang berkembang akhir-akhir ini mengindikasikan betapa tidak mudahnya menghadirkan aspirasi rakyat yang menginginkan tampilnya figur pemimpin yang memiliki kredibilitas dan integritas dalam kontestasi Pilpres 2024. 

Apalagi, muncul pula indikasi untuk menyederhanakan peta Pilpres 2024 dengan dua pasang calon saja, yang mungkin saja berasal dari sebuah koalisi besar yang berbagi peran. Sinyalemen tersebut antara lain diungkapkan oleh mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa waktu lalu.

Berbagai keprihatinan tersebut menyeruak dalam diskusi “Jangan Main Kayu Dalam Demokrasi: Antisipasi Skandal Demokrasi 2024 dengan Saksi Demokrasi” yang diselenggarakan Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) di Jakarta Pusat, Minggu (18/9) petang.

Dalam acara yang dihadiri masyarakat dan kalangan media massa tersebut, Sekjen SKI (Sekretariat Kolaborasi Indonesia) Raharja Waluya Jati tampil sebagai pembicara bersama pegiat masyarakat sipil Haris Azhar dan juru bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.

Dalam paparannya Jati menyatakan bahwa bahwa fenomena politik Indonesia belakangan ini merupakan bagian dari pendangkalan demokrasi. Meskipun skenario-skenario yang diupayakan kelompok politik yang kuat seolah-oleh berjalan dengan mekanisme demokrasi, namun standar demokrasi yang digunakan lebih mengacu pada prosedur teknis. 

Baca juga: PP Muhammadiyah Siap Ajak Bakal Calon Presiden untuk Dialog Kebangsaan

Hal tersebut dinilainya jauh dari substansi demokrasi yang sesungguhnya, dimana suara rakyat seharusnya tidak boleh diingkari.

“Pemilu hanyalah satu bagian dari demokrasi. Jangan sampai demokrasi didangkalkan dengan menempatkan pemilu sama dengan demokrasi atau sebaliknya,” ujar Sekjen SKI Raharja Waluya Jati.

Jati menambahkan, dalam cara pandang SKI, demokrasi adalah tentang gerak hidup rakyat. Ukuran utama dan terutama dari demokrasi adalah perikehidupan rakyat. Dengan demikian, kualitas demokrasi akan menentukan kualitas perikehidupan rakyat. 

“Rakyat adapun pihak yang paling berkepentingan dengan jalannya demokrasi. Jika kita mau jujur, demokrasi Indonesia bukanlah demokrasi prosedural. Demokrasi Indonesia merupakan anak kandung dari kemerdekaan sehingga berwatak emansipasi,” lanjutnya. 

SKI melihat bahwa Pemilu sebagai salah satu dari praktek demokrasi Indonesia, harus berjalan sesuai watak emansipasi dan watak sosialnya. Dalam kaitan dengan hal tersebut, Pemilu harus melahirkan dua hal. 

Pertama, gagasan terbaik yang menjadi jawaban atas masalah bangsa, kini dan yang akan datang. Kedua, pribadi-pribadi pilih tanding, baik secara moral, sosial dan kapasitas. Pribadi yang demikian tentunya mengerti sejarah bangsa, penderitaan rakyat dan bagaimana cara membawa bangsa kepada masa depannya yang lebih baik. 

“Rakyat harus mendapat ruang kesempatan dalam ikut mengontrol jalannya demokrasi khususnya Pemilu, sejak sebelum, pada saat dan setelahnya. Rakyat punya hak untuk mendapatkan Pemilu yang baik, bebas, dan jurdil,” jelasnya.

Menghadapi Pemilu 2024, SKI mengambil insiatif untuk memperkuat hak rakyat dengan mengontrol jalannya demokrasi. Ada dua langkah yang akan dilakukan organisasi tersebut. 

Pertama, melakukan rekruitmen bagi anggota masyarakat untuk menjadi Saksi Demokrasi.

Saksi Demokrasi bukanlah saksi pemilu dalam arti sempit, tetapi individu rakyat yang terlibat dalam menentukan arah perjalanan bangsa dengan mengupayakan terselenggaranya Pemilu yang mewakili aspirasi rakyat dan diselenggarakan secara baik, bebas, dan jurdil.

“Saksi Demokrasi akan ikut aktif menyuarakan kepentingan rakyat agar dapat diakomodasi oleh masyarakat politik, termasuk menentukan siapa pemimpin bangsa yang dikehendakinya memimpin Indonesia ke depan,” lanjutnya

Kedua, menyelenggarakan pendidikan bernegara secara luas dan sistematis.

Dalam pendidikan bernegara, rakyat diajak terlibat aktif untuk merumuskan masalah mereka dan menegosiasikannya dengan partai politik dan kandidat pejabat politik, karena politik sesungguhnya bukan saja soal figur tetapi juga soal gagasan untuk memecahkan persoalan bangsa.

“Pada taraf awal, SKI akan menyelenggarakan Musyawarah Desa di 57 Titik di Pulau Jawa, 5 September mendatang. Musyawarah desa tersebut sekaligus menjadi awal dimulainya program Saksi Demokrasi dan Pendidikan Bernegara,” pungkasnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/Marcelinus Kelen

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Lukas Enembe Hari Ini

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 26 September 2022, 08:06 WIB
Ali berharap Lukas datang ke Jakarta untuk memberikan keterangan kepada penyidik. Termasuk diperiksa oleh tim medis KPK jika Lukas sedang...
MI/RAMDANI

Jika tidak Percaya Lukas Enembe Sakit, KPK Didesak Jemput Paksa

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 26 September 2022, 08:01 WIB
Penjemputan paksa bisa membuktikan kebenaran alasan sakit Lukas. Lukas tidak perlu mengkhawatirkan kesehatannya karena KPK mempunyai tim...
ANTARA/Asprilla Dwi Adha

Polri akan Sediakan Pengacara untuk Kuat Ma'ruf

👤Siti Yona Hukmana 🕔Senin 26 September 2022, 07:55 WIB
Dedi mengatakan penyidik wajib menyediakan pengacara untuk Kuat Ma'ruf. Sebab, ancaman hukumannya penjara di atas lima...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya