Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMUDA asal Madiun bernama Muhammad Agung Hidayatullah/MAH (21) ditetapkan sebagai tersangka, setelah diduga membantu menyebarkan hasil peretasan Bjorka di kanal Telegram.
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan Agung dijerat dengan sederet pasal UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
"Iya betul (Agung) dijerat Pasal 46 Juncto Pasal 30, Pasal 48 Juncto Pasal 32 dan atau Pasal 51 Juncto Pasal 35 UU ITE," ujar Dedi, saat dikonfirmasi, Senin (19/9).
Lebih lanjut, Dedi mengatakan saat ini tim khusus masih memburu sosok lain yang terlibat dalam kasus peretas Bjorka. Namun, ia belum menjelaskan lebih jauh perkembangan penyidikan kasus itu. Ia mengatakan tim khusus yang dibentuk Menkopolhukam Mahfud MD masih melakukan penyidikan lebih lanjut.
“Ya tentu (ada orang lain yang diusut). Kan masih bekerja,” katanya.
Seperti diketahui, Agung ditangkap Tim Cyber Bareskrim Polri di Madiun, Jawa Timur pada Rabu (14/9) sekitar pukul 18.30 WIB. Agung merupakan warga Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun yang bekerja sebagai pedagang es Thai Tea.
Polri kemudian menetapkan Agung sebagai tersangka terkait kasus peretas Bjorka, karena dinilai membantu Bjorka dalam menjalankan aksinya. Agung menyediakan kanal Telegram untuk memfasilitasi hacker Bjorka dalam menyebarkan informasi ke publik.
"Mengamankan tersangka inisial MAH. Adapun peran tersangka bagian dari kelompok bjorka yang berperan penyedia channel telegram bjorkanism," kata jubir Div Humas Polri Kombes Ade Yaya Suryana.
"Adapun motifnya tersangka membantu Bjorka agar dapat jadi terkenal dan mendapat uang," tanbahnya.(OL-13)
Baca Juga: Bersikap Kooperatif, Tersangka Bagian dari Bjorka tidak Ditahan
Penetapan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Samosir sebagai dilakukan secara prematur dan tidak sesuai prosedur hukum.
Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu menilai penyidik kepolisian telah bekerja profesional dalam menangani kasus yang sempat menimbulkan perdebatan.
Penyebab belum ditetapkannya tersangka lantaran KPK belum yakin dengan hasil penyelidikan dan bukti yang dikumpulkan
KPK bakal melanjutkan proses hukum untuk Alwin. Dia sejatinya sudah dipanggil penyidik kemarin, namun, mangkir bersama dengan istrinya Hevearita.
Di sidang praperadilan Hasto Kristoyanto, pakar hukum pidana, Jamin Ginting menilai pimpinan KPK tak lagi berwenang menetapkan seseorang sebagai tersangka karena bukan penyidik.
KPK mengungkap adanya Rp400 juta uang untuk menyuap Wahyu Setiawan dari Hasto. Duit itu diserahkan melalui staf Hasto, Kusnadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved