Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PETA koalisi partai-partai politik menuju Pemilu 2024 kian dinamis. Sebelumnya, Golkar, PAN, dan PPP membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), kemudian Gerindra dan PKB mendeklarasikan koalisi. Kemudian, Nasdem, PKS, dan Demokrat disebut-sebut terus menggalang rencana koalisi, sementara PDIP baru mulai melakukan penjajakan.
Terlepas dari soal program dan ideologi, pembentukan koalisi sangat dipengaruhi faktor capres-cawapres yang bakal diusung oleh partai-partai. Temuan survei yang dilakukan lembaga survei Indometer menunjukkan, pasangan Prabowo Subianto-Anies Baswedan dan Anies Baswesan-Puan Puan Maharani berpeluang menang dalam sejumlah simulasi.
“Pasangan Prabowo-Anies dan Anies-Puan unggul dalam simulasi capres-cawapres,” ungkap Direktur Eksekutif lembaga survei Indometer Leonard SB dalam keterangan tertulis, Senin (29/8).
Simulasi dilakukan dengan memasangkan sejumlah nama jika ada tiga atau empat pasangan capres dan cawapres.
Pada simulasi tiga pasangan capres-cawapres, paket Prabowo-Anies unggul dengan elektabilitas mencapai 44,3 persen, mengalahkan Puan-Andika Perkasa (28,8 persen) dan Ganjar Pranowo-Erick Thohir (22,3 persen), tidak tahu/tidak jawab 4,6 persen. Sedangkan Anies-Puan meraih 40,4 persen terhadap Ganjar-Andika (32,2 persen) dan Prabowo-Khofifah (22,4 persen), tidak tahu/tidak jawab 5,0 persen.
Lalu ada Prabowo-Puan sebesar 37,7 persen, tersebar merata dibandingkan Ganjar-Erick (30,4 persen) dan Anies-AHY (28,3 persen), tidak tahu/tidak jawab 3,6 persen. Pada simulasi empat pasangan, Ganjar-Airlangga unggul (32,3 persen), diikuti Anies-AHY (29,7 persen), Prabowo-Muhaimin (18,4 persen), dan Puan-Andika (12,8 persen), tidak tahu/tidak jawab 6,8 persen.
“Dengan masih berlakunya ketentuan presidential threshold (PT) 20 persen, paling banyak dapat terbentuk empat pasangan capres-cawapres, kemungkinan hanya tiga atau bahkan dua pasang saja,” tandas Leonard.
Ia menambahkan, jika PDIP mengusung capres tanpa koalisi, terbuka peluang bakal muncul empat pasang capres-cawapres.
PDIP belum memutuskan kader yang bakal diusung sebagai capres, terutama pilihan antara Puan Maharani ataukah Ganjar Pranowo.
Siapa yang bakal menjadi pasangan atau mitra koalisi PDIP, di antaranya ada sejumlah nama seperti Panglima TNI Andika Perkasaa, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto.
“Puan-Andika mungkin diusung oleh koalisi PDIP-Nasdem, di mana Andika termasuk dalam daftar usulan nama capres versi rakernas Nasdem, demikian pula dengan pasangan Anies-Puan,” jelas Leonard.
Sedangkan pasangan Prabowo-Puan berpeluang diusung oleh koalisi PDIP-Gerindra. “Jika Puan yang diusung PDIP, maka Ganjar bisa jadi bakal diusung partai-partai lain, seperti KIB, dengan paket Ganjar-Airlangga, Ganjar-Erick, atau Ganjar-Andika,” lanjut Leonard.
Koalisi lainnya adalah Gerindra-PKB, yang mungkin mengusung Prabowo-Muhaimin atau Prabowo-Khofifah.
Ia menambahkan, yang masih belum jelas hingga sekarang adalah rencana koalisi Nasdem, PKS, dan Demokrat. “Nasdem telah memiliki usulan nama-nama capres, yaitu Anies, Ganjar, dan Andika, sedangkan Demokrat bakal mengusung Agus Harimurti Yudhoyono sebagai ketua umumnya, sehingga paket Anies-AHY digadang-gadang bakal diusung koalisi tersebut. Jika tidak kunjung dideklarasikan, koalisi itu terancam bubar, dan masing-masing parpol menyebar ke koalisi yang sudah ada," papar Leonard.
Meskipun demikian peta koalisi dan capres-cawapres masih akan sangat dinamis hingga setahun ke depan, setelah tahapan Pilpres dimulai oleh KPU.
Survei Indometer dilakukan pada 15-20 Agustus 2022 terhadap 1.200 responden di seluruh provinsi di Indonesia, yang dipilih secara acak bertingkat survei (multistage random sampling). Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Margin of error survei sebesar ±2,98 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (OL-8)
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved