Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) menilai hasil penelaahan anggaran tambahan Pemilu 2024 sangat tergantung pada kelengkapan informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Diketahui, anggaran Pemilu untuk 2022 yang dikucurkan pemerintah baru Rp2,4 triliun, atau kurang Rp5,6 triliun.
Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata menyebut anggaran tambahan sedang ditelaah oleh Kemenkeu. "Hasil telaah sangat dipengaruhi kelengkapan informasi yang disediakan KPU," ungkap Isa kepada Media Indonesia, Minggu (17/7).
Isa membeberkan kelengkapan informasi yang dibutuhkan Kemenkeu salah satunya berupa penjelasan penggunaan anggaran tersebut bila dicairkan.
Isa juga menegaskan anggaran KPU untuk Pemilu yang masuk dalam daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2022, sudah bisa digunakan. "Anggaran yang sudah ada di DIPA 2022, sudah bisa digunakan," tegasnya.
Maka, lanjut Isa, pihaknya berharap bisa segera menyelesaikan polemik anggaran tambahan Pemilu yang tak ujung rampung tersebut. "Semoga bisa diselesaikan dalam waktu dekat dan dikomunikasikan ke KPU," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua KPU Hasyim Asy'ari menyatakan anggaran yang dibutuhkan KPU untuk keperluan tahapan Pemilu 2024 pada tahun ini masih belum dicairkan.
Kita bicarakan terus dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu)," papar Hasyim, Rabu (13/7).
Hasyim mengaku terkait anggaran Pemilu 2024 itu masih dibicarakan sehingga dirinya belum bisa berbicara banyak.
Pasalnya, proses pembahasan dengan Kemenkeu soal perlu atau tidaknya usulan anggaran itu dicairkan masih belum usai. "Iya, kan proses pembahasannya belum selesai. Kalau sudah ketok palu sudah tidak bisa diapa-apain baru bisa ngomong bahwa anggarannya kurang. Kalau masih proses kan harus optimistis. Hidup harus optimistis," tambahnya.
Senada, Komisioner KPU Idham Holik membeberkan pihaknya masih beromunikasi dengan Kemenkeu agar dalam waktu dekat usulan keuangan yang telah diproses dapat segera dicairkan. (OL-12)
Anggota DPR RI Rio Alexander Jeremia Dondokambey, mengingatkan pemerintah agar setiap anggaran negara dikelola secara transparan, akuntabel, dan melalui pembahasan bersama DPR.
apresiasi keberhasilan Presiden Prabowo Subianto dalam menyelamatkan anggaran negara sebesar Rp300 triliun dari potensi penyelewengan
Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pada lembaganya tidak akan menghambat kinerja anggota parlemen dalam melayani masyarakat.
BADAN Legislasi (Baleg) DPR RI merekomendasikan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dijadikan lembaga ad hoc
Seharusnya Prabowo berkaca pada kabinet pemerintahan Joko Widodo yang porsinya sudah cukup besar dan sebenarnya bisa dilebur menjadi lembaga atau badan.
Hal itu menjadi potret dari ketidakpekaan Presiden Joko Widodo di akhir masa jabatannya.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved