Selasa 28 Juni 2022, 23:43 WIB

Kemendagri Ingatkan Penyederhanaan Regulasi untuk Harmonisasi Peraturan

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Kemendagri Ingatkan Penyederhanaan Regulasi untuk Harmonisasi Peraturan

Dok MI
Ilustrasi

 

KEPALA Pusat Pengembangan Kompetensi Fungsional dan Teknis Dian Andy Permana mewakili Kepala BPSDM Kemendagri meminta adanya penyederhanaan regulasi untuk  mengharmonisasi peraturan.

Hal itu dilakukan dalam upaya meningkatkan kapasitas aparatur dalam menyusun Perda dan Perkada. Dengan demikian, nantinya aparatur diharapkan mampu menghasilkan Perda dan Perkada yang kualitatif, aspiratif, dan responsif.

“Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan bahwa pemerintah daerah berwenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan, dan kepala daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan dan peran serta masyarakat," tutur Dian, Selasa (28/6).

"Selain itu, melalui pembentukan produk hukum daerah akan membantu pemerintah daerah dalam mendukung kinerja pemerintah kepada masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dian menekankan, peraturan mengenai penyusunan perundang-undangan dibentuk untuk menciptakan tertib regulasi, agar konsepsi serta perumusan normanya mantap, bulat, dan harmonis.

Peraturan tersebut untuk menjaga regulasi agar tidak saling bertentangan dan tumpang tindih satu sama lain.

Melalui peraturan tersebut, diharapkan semua lembaga pembentuk regulasi memiliki pedoman khusus yang baku dan terstandardisasi dalam proses dan metode penyusunannya, yakni secara terencana, terpadu, dan sistematis.

“Dalam amanat Pasal 6 dan 7 Undang-Undang Nomor 12  Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan telah diatur hierarki Peraturan Perundang-undangan, dari UUD Negara RI Tahun 1945, Ketetapan MPR, UU/Peraturan Pemerintah Pengganti UU, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Daerah Provinsi dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota. Maka dalam penyusunan Perda Provinsi dan Kabupaten/Kota tidak boleh bertentangan (dengan) peraturan di atasnya atau dalam fiksi hukum disebut Lex superior derogat legi inferiori,” ucap Dian.

Di sisi lain, Dian mempersilakan daerah berkompetisi secara sehat melalui pembentukan Perda, Perkada, dan keleluasaan dalam mengatur urusan pemerintahannya.

"Ini misalnya dalam menarik investor sebanyak mungkin melalui regulasi yang ramah investasi sesuai sasaran RPJMN," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

MI/ HO

Soliditas dan Keakraban Kepala Staf TNI Sesuai Harapan Jokowi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 16:28 WIB
Keharmonisan yang ditunjukan Kepala Staf TNI merupakan salah satu harapan Presiden Jokowi yang ditujukan oleh jenderal dari tiga matra...
Antara

Setneg: Pergantian Kabinet Hanya Jika Dibutuhkan

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 16:19 WIB
Sebelumnya, melalui pidato kenegaraan, Presiden Jokowi menegaskan bahwa untuk mempertahankan kinerja pemerintahan, tentu dibutuhkan tim...
Dok. Metro TV

Soal Penahanan Istri Sambo, Polri: Koordinasi dengan Dokter

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 16:04 WIB
Jenderal bintang itu menyebut saat ini keberadaan Putri Candrawathi berada di rumah pribadinya Jalan Saguling, Jakarta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya