Selasa 10 Mei 2022, 19:40 WIB

Kejagung Periksa Dua Saksi dalam Penyidikan Korupsi Ekspor CPO

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Kejagung Periksa Dua Saksi dalam Penyidikan Korupsi Ekspor CPO

MI/Susanto
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana

 

PENYIDIK pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung hari ini, Selasa (10/5) memeriksa dua saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya, termasuk minyak goreng, periode Januari 2021 sampai Maret 2022.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana merinci, dua saksi yang diperiksa berinisial LCW dan NS. LCW merupakan penasihan kebijakan/analisa pada Independent Research & Advisory Indonesia. Sementara itu, NS adalah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pedagang.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dimaksud," ujar Ketut melalui keterangan tertulis.

Kedua saksi itu, kata Ketut, dimintai keterangannya untuk empat tersangka. Mereka adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Pedagangan Indrasari Wisnu Wardhana, Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group Stanley MA selaku, dan Picare Tagore Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.

Sebelumnya pada Selasa (26/4) lalu, Direktur Penyidikan JAM-Pidsus Supardi memastikan pihaknya akan menjadwalkan pemeriksaan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sebagai saksi terkait kasus tersebut. Kendati demikian, sampai saat ini belum ada kabar kapan Lutfi bakal diperiksa.

Baca juga: Tender Gorden Dimenangkan Penawar Tertinggi, BURT Minta Klarifikasi Sekjen

Berdasarkan unggahan di akun Instagram resminya, @medaglutfi, ia mengatakan akan menemani Presiden Joko Widodo dalam rangkaian kunjungan ke Washington DC, Amerika Serikat (AS). Kunjungan itu dilakukan hari ini, tepat satu minggu setelah cuti bersama.

Adapun Presiden mengatakan serangkaian kunjungan kerja di AS berlangsung dari tanggal 11 sampai 13 Mei 2022.

Perkara yang ditangani Kejagung berumula dari fenomena langka dan naiknya harga minyak goreng di tanah air. Penyidik menduga ada permufakatan atas terbitnya perizinan ekspor CPO oleh Kemendag ke tiga perusahaan yang pengurusnya telah dijadikan tersangka.

Padahal, ketiga perusahaan tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat melakukan kegiatan ekspor. Sebab, ketiganya tidak memenuhi kewajiban domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO).

Kejagung menjerat para tersangka dengan Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tipikor. Penyidik JAM-Pidsus meyakini perkara tersebut telah merugikan perekonomian negara. (OL-4)

Baca Juga

Antara

Tersangka Peristiwa HAM Berat Paniai Segera Diadili di Pengadilan HAM Makassar

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 19 Mei 2022, 23:32 WIB
Sangkaan yang menjerat IS terkait pertanggungjawaban rantai komando atas kejahatan terhadap...
Dok MI

Wamen ATR/BPN Pastikan Lahan IKN Nusantara Tak Tumpang Tindih

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Kamis 19 Mei 2022, 21:30 WIB
"IKN tidak ada tumpang tindih karena sebagian besar itu kan kawasan hutan...
Dok MI

KPK Lantik 43 Pejabat Fungsional Baru

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Kamis 19 Mei 2022, 20:07 WIB
Pelantikan dipimpin Sekretaris Jenderal KPK Cahya H...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya