Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA Erick Thohir mulai dijagokan sebagai kandidat calon presiden menyusul tren elektabilitas terus meningkat. Hasil survei terbaru Indikator Politik terhadap 19 nama kandidat capres potensial, menunjukkan elektabilitas Erick Thohir telah masuk di kisaran 2 persen. Angka ini melesat cukup singnifikan dibandingkan hasil survei terakhir Indikator pada awal April yang menunjukkan elektabilitas Erick di angka 1,2 persen.
Angka elektabilitas Erick menyamai Sandiaga Uno yang juga berada di kisaran 2,4 persen. Tren elektabilitas yang naik hampir 100 persen dalam tempo sebulan ini dinilai menjadi sinyal kuat peluang Erick untuk melenggang pada Pilpres 2024.
Erick bahkan kini masuk dalam kisaran 6 besar dalam kontestasi Capres 2024. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin menjelaskan ada pergerakan yang signifikan terkait elektabilitas Erick dan Sandi yang kini berada di level yang sama. "Sandiaga dan Erick Thohir sama-sama 2,4 persen. Mas Sandi pernah jadi cawapres tapi kini tren elektabilitasnya turun. Sebaliknya Erick semakin meningkat," ujar Burhanudin dalam keterangan persnya, Selasa (26/4).
Burhan menjelaskan bahwa potensi elektabilitas Erick Thohir untuk semakin melesat masih terbuka lebar. Pasalnya Erick masih punya ruang cukup besar untuk meningkatkan popularitasnya. Sebaliknya, banyak tokoh yang ruang popularitas sudah pada titik maksimal, sehingga sulit mengharapkan kenaikan elektabilitas dari sisi popularitasnya.
Menurut Burhan, selain variabel popularitas, variabel tingkat kesukaan juga sangat menentukan elektabilitas calon. Dalam kasus Erick, Burhan melihat potensi kenaikan popularitas dan kesukaan publik masih sangat mungkin terjadi dalam hitungan bulan. Sebab Erick baru dikenal oleh sekitar 53 persen pemilih. Itu artinya masih ada ruang sekitar 47 persen masyarakat lain yang bisa dibidik Erick untuk meningkatkan popularitasnya.
"Sedangkan Erick meningkat elektabilitasnya dari 1,3 persen menjadi 2,4 persen juga tidak terlepas faktor pupularitasnya yang meningkat. Jika selumnya popularitas Erick 44 persen, kini berada di kisaran 54 persen. Dari persentase popularitas itu, sebanyak 75 persen di antaranya mengaku suka dengan figur Erick," ujar Burhan.
Dengan angka 2,4 persen, Erick kini bertengger di posisi enam dalam peta elektabilitas Capres 2024. Di atas Erick ada nama Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Ridwan Kamil. (OL-13)
Baca Juga: Kolaborasi Prabowo-Erick Berpotensi Lanjut ke Pilpres 2024
Presiden Prabowo Subianto menuturkan dirinya tidak menaruh dendam pada Anies Baswedan, orang yang menjadi pesaingnya dalam pemilihan presiden di 2024.
Megawati kembali mengungkit soal kekalahan Ganjar Pranowo-Mahfud Md dan meyakini bahwa ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif
PARTISIPASI pemilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Padang tahun 2024 tercatat hanya 49 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).
KETUA PARA Syndicate Ari Nurcahyo menyebut Pilkada Serentak 2024 merupakan pertarungan antara Prabowo Subianto, Joko Widodo, dan Megawati Soekarnoputri.
Pentingnya kepedulian anak-anak muda terhadap perhelatan pilkada mendatang.
DINAMIKA politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 kian panas. Adanya pertemuan antara Joko Widodo dengan salah satu pasangan calon Pilkada Jakarta,
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved