Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISIONER Kompolnas Poengky Indarti menyatakan bahwa generasi milenial, khususnya anggota Polri, perlu diawasi. Sehingga, tidak keluar jalur, apalagi melakukan banyak pelanggaran.
Hal itu diungkapkan Poengky dalam peluncuran dan bedah buku Jalan Presisi Kapolri: Aksi, Refleksi, Pandemi, di Universitas Paramadina, Senin (28/3).
"Secara internal, generasi milenial Polri ini kerap jadi masalah. Mereka mampu berprestasi, punya ide yang baik, tetapi penyalurannya harus baik," tutur Poengky.
Baca juga: Polri Bantah Anaktirikan Haris-Fatia demi Menko Luhut
Sejauh ini, lanjut dia, banyak anggota milenial Polri yang butuh bimbingan dan pengawasan yang tepat. Dengan begitu, kalangan milenial Polri terhindar dari pelanggaran hukum.
Para milenial Polri memang sudah mendapatkan pendidikan terkait hak asasi manusia (HAM). Namun, kata Poengky, waktu pembelajaran di pendidikan hanya sebentar, yakni 2 SKS. Itu pun masuk dalam kelas hukum dan HAM, atau lebih ke teori, tanpa adanya praktik.
Baca juga: KPK Panggil Andi Arief Terkait Kasus Suap Bupati PPU
"Sehingga yang perlu diperbaiki adalah mereka diberi praktik. Mereka hapal di luar kepala dan bisa berpedoman dengan HAM," jelasnya.
"Reward dan punishment juga sangat penting. Mereka perlu mengutamakan tindakan preventif, ketimbang melakukan ancaman atau kekerasan," sambung dia.
Poengky menyoroti program Presisi yang dicanangkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Menurutnya, Polri harus lebih mampu adaptasi dengan teknologi. Mengingat, perkembangan zaman yang semakin cepat.(OL-11)
Milenial dan Gen Z mulai meninggalkan parameter kesuksesan tradisional seperti kepemilikan rumah atau tabungan jangka panjang, menuju pengelolaan keuangan yang personal dan berbasis nilai.
Bagi Gen Z dan milenial, kost bukan lagi sekadar tempat tinggal sementara. Hunian sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan rutinitas harian.
Ingin melancong ke Uni Emirat Arab? Ini 7 destinasi yang cocok bagi Gen Z dan Milenial yang ingin berkunjung ke Dubai.
Wisatawan Indonesia terus menunjukkan antusiasme untuk bepergian, akan tetapi setiap generasi memiliki cara berwisata dan mencari pengalaman baru yang berbeda.
Remaja masa kini sulit lepas dari ponsel, bahkan di pesta ulang tahun. Simak ide pesta nostalgia tanpa layar yang bisa membuat mereka kembali menikmati kebersamaan.
Riset ini mengungkap perbedaan mencolok dalam cara Gen X dan Millennial mengelola pendidikan, kesejahteraan emosional, pengeluaran, dan waktu bersama keluarga.
Menurut dia, proses penegakan hukum atas kasus ini yang ditangani Polda Metro Jaya merupakan langkah positif.
Menurut Yusuf, Polri amat serius dalam menangani kasus yang menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia terkait kebebasan berdemokrasi.
KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026)
Kompolnas desak percepatan proses pidana Bripda MS, oknum Brimob yang menewaskan pelajar di Tual, Maluku.
Usman Hamid, menilai kasus kekerasan Brimob di Tual mencerminkan lemahnya akuntabilitas dan pengawasan di tubuh Polri.
Kompolnas menilai penanganan kasus kekerasan anggota Brimob terhadap pelajar di Kota Tual tidak cukup diselesaikan melalui mekanisme internal kepolisian semata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved