Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pembinaan Ideologi Pencasila (BPIP) menetapkan Purna Paskibraka Duta Pancasila angakatan sebelum 2021 gelombang pertama di Jakarta, Kamis, (17/2).
Sekretaris Dewan Pengarah BPIP Mayjend (Purn) Wisnu Bawa Tanaya meminta Purna Paskibra Duta Pancasila di seluruh Indonesia dapat menjadi benteng negara terutam dalam menjaga Pancasila.
"Saya mengajak kepada adik-adik Purna Paskibraka Duta Pancasila untuk mengabdikan diri menjadi benteng negara Republik Indonesia." laya Wisnu Bawa saat menjadi keynote speaker.
Ia juga mengajak kepada Purna Paskibraka yang baru dikukuhkan itu untuk bergotong royong, bergandengan tangan dan berkolaborasi secara pentahelix membumikan Pancasila sampai pelosok nusantara. "Kita harus bergadengan tangan, berkolaborasi secara pentahelix dalam membumikan Pancasila," tegasnya.
"Tugas adik-adik belum selesai, Ibu Pertiwi memanggil, berdirilah dengan gagah dan jagalah Sang Saka Merah Putih tetap berkibar di seluruh pelosok Indonesia," sambungnya.
BPIP menjadi daya tempur bagi masyarakat Indonesia yang berjiwa Pancasila baik dari fisiknya mapun dari non fisiknya dalam pembumian nilai-nilai Pancasila.
"Oleh karena itu saya ingin mengajak kepada semuanya, bahwa BPIP adalah dapurnya atau daya tempurnya Pancasila baik fisik maupun non fisiknya," paparnya.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi, berharap Purna Paskibra Duta Pancasila di seluruh Indonesia untuk memegang teguh konsensus terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
"Kita berharap para Duta Pancasila ini dapat memegang teguh Pancasila, Undang-undang dasar, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara," kata Yudian saat menyampaikan pengantar penetapan.
Mereka diharapkan bisa menjadi teladan dalam mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam laku hidup sehari-hari.
"Adik-adik harus menanamkan nilai-nilai Pancasila, kebangsaan, persatuan dan kesatuan, cinta tanah air serta rela berkorban untuk kepentingan bangsa dalam wadah NKRI," tutupnya.
baca juga: BPIP Luncurkan Video Salam Pancasila Lewat Youtube
Hal senada dikatakan Wakil Kepala BPIP, Hariyono. Ia menegaskan Purna Paskibra sebagai Duta Pancasila agar menjadi nahkoda pembumian Pancasila.
"Kami mengucapkan terimakasih dan berharap kepada Purna Paskibraka agar berkomitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila," ujarnya.
Tidak hanya mengibarkan bendera sejak upacara saja, tapi Purna Paskibra adalah pilihan. Untuk memilih itu butuh persyaratan dan tidak semua orang memenuhinya. "Ini artinya sejak proses pengangkatan, adik-adik memiliki nilai-nilai Pancasila," paparnya.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Purna Paskibra Indonesia (PPI) Goesta Fariza mengatakan menjadi Duta Pancasila adalah tangungjawab tambahan sebagai pengurus PPI. Maka dari itu ia mengaku akan terus berkomitmen dalam pembumian Pancasila.
"Ini adalah tanggungjawab tambahan kami, sebagai Purna Paskibraka, maka dari itu kami akan berkomitmen dalam pembumian Pancasila," ucapnya.
Ia juga mengaku menjadi Duta Pancasila adalah tugas mulia yang tidak akan berhenti sampai kapan pun dan sebagai ujung tombak dalam mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila. Ia mengajak kepada seluruh Purna Paskibra yang ada di seluruh Indonesia bahkan luar negeri untuk menggelorakan Pancasila.
"Menjadi Duta Pancasila adalah tugas mulia yang tidak akan berhenti sampai kapanun, saya mengajak kepada Purna Paskibra diamanapun berada mari gelorakan Pancasila," ajaknya. (N-1)
AWAL tahun 2026 menghadirkan sebuah kejutan penting bagi Indonesia.
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela menandai kembalinya praktik unilateralisme secara terang-terangan dalam politik internasional. T
Tanpa Pancasila sebagai bingkai, demokrasi lokal hanya akan sibuk merayakan prosedur, tetapi gagal menghadirkan keadilan.
Jika Generasi Z Indonesia mengadopsi Pancasila sebagai filter etika AI, kita tak hanya selamat dari distopia teknologi, tapi juga membangun Nusantara digital yang berkeadilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved