Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PANITIA Simposium Nasional terkait dengan upaya penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat dalam tragedi berdarah 1965 menyerahkan hasil rekomendasi kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut rencana, rekomendasi tersebut akan diumumkan pada Jumat (20/5).
“Ini pertama kali panitia menyerahkan hasil simposium kepada Menko Polhukam. Tentunya Menko Polhukam dan timnya perlu mendalami rekomendasi tersebut,” kata Ketua Panitia Pengarah Simposium Tragedi 1965 Agus Widjojo seusai bertemu dengan Luhut di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, kemarin.
Menurut Agus, rekomendasi yang dibuat tim perumus memuat beberapa poin penting, tetapi detailnya belum bisa disampaikan ke publik. “Tapi, yang jelas akan berkait dengan metodologi dari analisis informasi-informasi yang kita dapatkan dari simposium,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam acara silaturahim pimpinan Lemhannas dengan para pemimpin redaksi media massa, Agus menjelaskan poin yang disampaikan kepada pemerintah berupa sejumlah informasi dan pendapat yang menyangkut pembedahan Peristiwa 1965 melalui pendekatan kesejarahan. Rekomendasi itu diharapkan menjadi pembelajaran.
“Itu dirumuskan oleh tim perumus dan tim perumus juga terdiri dari berbagai elemen. Tapi, teman-teman itu mewakili semua pemangku kepentingan,” papar Gubernur Lemhannas itu.
Dia mengatakan penyelesaian yang pantas dilakukan ialah menerapkan konsep nonyudisial atau rekonsiliasi. Konsep tersebut merujuk ke UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.
Dengan demikian, sambung Agus, secara konkret pelbagai bentuk rekomendasi dapat dikatakan sebagai elemen dari konsep rekonsiliasi.
“Kami menyampaikan bentuk akademiknya, dari mana datangnya, apa temuannya, dan bagaimana treatment-nya, menurut konsep rekonsiliasi,” paparnya.
Agus menjawab diplomatis saat disinggung tentang ketidakpuasan sejumlah pihak atas pelaksanaan simposium nasional. Menurutnya, perbedaan pendapat dalam tatanan negara demokrasi merupakan hal wajar.
“Tidak ada yang mutlak mengatakan ada satu cara yang paling benar, tapi ada juga bagian yang tidak sepakat akibat dari nonkomunikasi. Ini masalah komunikasi,” pungkasnya.
Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965 digelar di Hotel Arya Duta, Jakarta, pada 18-19 April 2016. Acara tersebut melibatkan sekitar 200 peserta yang berasal dari kalangan militer, akademisi, aktivis HAM, korban dan keluarga korban pelanggaran HAM berat, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi keagamaan.
Apresiasi
Berkenaan dengan simposium tersebut, Ketua DPP Partai NasDem Taufik Basari mengapresiasi klarifikasi dari Presiden Jokowi bahwa pelarangan ajaran komunisme jangan sampai melanggar kebebasan ekspresi dan aspek HAM lainnya. Pernyataan tersebut antara lain disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi, Kamis (12/5).
“Negara tidak boleh merawat fobia dan ketakutan yang menjadi legitimasi untuk membungkam pendapat dan pikiran,” kata Taufik.
Menurutnya, kita harus berani mengakui peristiwa-peristiwa kelam di masa lalu yang pernah terjadi meskipun pahit.Ia menduga isu komunisme yang berhembus kencang belakangan ini merupakan upaya dari kelompok-kelompok tertentu yang tidak ingin rekonsiliasi nasional terwujud dengan baik. “Komunisme sebagai ideologi sudah tidak laku lagi di dunia. Partai komunis di Indonesia juga sudah bubar. Untuk apa kita ketakutan pada sesuatu yang sudah tidak ada?” tandasnya.
Taufik juga menyayangkan adanya tindakan berlebihan terhadap buku-buku sejarah tentang Peristiwa 65. (RO/P-3)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan akan berupaya maksimal menemukan seluruh korban yang masih tertimbun dalam peristiwa longsor di Desa Pasirlangu.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah berhasil mengidentifikasi 20 jenazah korban bencana tanah longsor Cisarua.
Penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000–12.000 kaki, dengan area semai pada radial 030–060 derajat.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meninjau dan mengevaluasi penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat
Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat sejak 23 Januari 2026 selama 14 hari guna memastikan penanganan dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved