Kamis 09 Desember 2021, 16:35 WIB

Suciwati Bawa Bukti Baru Kasus Munir ke Kejaksaan Agung

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Suciwati Bawa Bukti Baru Kasus Munir ke Kejaksaan Agung

MI/Tri Subarkah
Istri aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib, Suciwati, mendatangi Gedung JAM-Pidum Kejaksaan Agung, Kamis (9/12).

 

ISTRI aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib, Suciwati, menyambangi Gedung Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (JAM-Pidum) Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (9/12). Suci membawa beberapa bukti baru terkait keterlibatan mantan pilot Garuda Indonesia Pollycarpus Budihari Priyanto dan mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Muchdi Purwoprandjono alias Muchdi PR terkait dugaan pembunuhan suaminya.

Beberapa berkas baru itu antara lain putusan Komisi Informasi Pusat (KIP) pada 2012 soal pengangkatan Pollycarpus sebagai anggota BIN dan surat tugas Muchdi PR oleh BIN.

"Itu sudah dijawab dan sudah ada putusan dari KIP (Komisi Informasi Pusat). Bahwa satu, memang menurut pengakuan dari BIN bahwa mereka tidak memiliki surat pengangkatan Pollycarpus," kata Suci saat ditemui di Kompleks Kejagung, Jakarta.

"Kedua, mereka juga tidak pernah memberikan surat tugas kepada Muchdi PR," sambungnya.

Selain putusan KIP, Suci juga menyerahkan hasil eksaminasi Komnas HAM atas putusan bebas pengadilan kepada Muchdi PR. Ia berharap agar berkas-berkas tersebut bisa dijadikan bukti baru atau novum Kejaksaan.

Baca juga: Dikritik ICW soal Tuntutan Mati, Ini Jawaban JAM-Pidsus

Perwakilan Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM) Teo Reffelsen berharap pihak kejaksaan tidak melihat peristiwa pembunuhan Munir pada 7 September 2004 sebagai kasus biasa. Berdasarkan fakta persidangan dan hasil temuan Tim Pencarian Fakta (TPF), kasus tersebut melibatkan negara.

"Jadi sebenarnya jaksa tidak boleh berkelit tidak bisa melakukan upaya hukum atas dasar alasan yuridis normatif," kata Teo.

"Kami berharap jaksa mempertimbangkan berkas yang kami berikan tadi untuk melakukan upaya hukum ke depan," tandasnya.

Diketahui, Munir meninggal karena diracun arsenik dalam pesawat Garuda Indonesia penerbangan Jakarta - Amsterdam. Setidaknya, dua orang telah divonis atas pembunuhan Munir, yakni pilot Garuda Pollycarpus Budihari Priyanto dan Direktur Utama Garuda Indra Setiawan. Kendati demikian, keduanya diyakini hanyalah pelaku lapangan. (P-5)

Baca Juga

MI/Adam Dwi

NasDem Tantang Fraksi Lain Tuntaskan RUU TPKS

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 18 Januari 2022, 08:10 WIB
ANGGOTA Komisi I DPR Hillary Brigitta Lasut menantang semua fraksi di DPR RI, untuk menuntaskan pembahasan Undang-undang (RUU) Tindak...
ANTARA/Dhemas Reviyanto

PDIP Undang Erick Thohir Ke Sekolah Partai, Bicara Soal Pilpres 2024?

👤Widhoroso 🕔Senin 17 Januari 2022, 20:55 WIB
PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengundang Menteri BUMN Erick Thohir ke Gedung Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta...
Antara

Hasto Ungkap Kehadiran Erick Thohir di Sekolah Partai PDIP

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 17 Januari 2022, 20:00 WIB
Bagi Hasto, kesuksesan Erick, Teten, dan Siti dalam menjalankan program kerja memberikan catatan baik pemerintahan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya