Sabtu 04 Desember 2021, 16:56 WIB

Timsel KPU-Bawaslu Diminta Transparan Penilaian Seleksi

Mediaindonesia | Politik dan Hukum
Timsel KPU-Bawaslu Diminta Transparan Penilaian Seleksi

Antara
Ilustrasi

 

PENELITI Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia (UI) Harlitus Berniawan Telaumbanua menyarankan Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memberikan transparansi penilaian seleksi tahap III.

“Idealnya, publik bisa mengakses penilaian itu, seperti di tahap II, CAT skornya berapa, bagaimana penilaian psikologi dan makalah. Kalau memang tidak bisa diberikan kepada publik, setidaknya di tahap III masing-masing peserta boleh mengetahui hasil yang mereka peroleh,” saran Harlitus Berniawan Telaumbanua.

Saran tersebut disampaikan Beni, sapaan akrab Harlitus Berniawan Telaumbanua, saat menjadi pemateri diskusi publik “Evaluasi Seleksi Tahap 2 dan Telaah 48 Nama” yang disiarkan langsung di kanal YouTube Puskapol FISIP UI, dipantau dari Jakarta, hari ini.

Selain itu, tambah dia, tim seleksi juga perlu membuka latar belakang peserta yang dinyatakan lolos seleksi tahap II calon anggota KPU dan Bawaslu periode 2022-2025.

Baca juga: Kejagung Dalami Laporan MAKI soal Lili Pintauli di Skandal Tanjungbalai

Langkah tersebut, lanjut Beni, dapat memberikan ruang kepada publik untuk melakukan tracking atau pelacakan terhadap rekam jejak para peserta.

Lalu, tim seleksi juga disarankan untuk memperhatikan pembagian peserta dalam tahap tes psikologi lanjutan (dinamika kelompok) yang dijadwalkan terlaksana pada 9-11 Desember 2021.

“Tim seleksi yang mengetahui latar belakang peserta perlu memperhatikan pembagian kelompok untuk menciptakan dinamika kelompok yang seragam,” saran Beni.

Menurut Beni, tim seleksi sebaiknya menyebar rata para anggota kelompok. Tim seleksi diharapkan tidak menyatukan para peserta yang berasal dari latar pendidikan tinggi ataupun latar belakang pekerjaan yang sama ke dalam satu kelompok.

Ia juga menambahkan saran lain agar pertanyaan dalam tahapan wawancara yang dijadwalkan terselenggara pada 28-30 Desember 2021 tidak bersifat bias gender.

“Artinya, pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan benar-benar menggali kapasitas dan kompetensi masing-masing calon. Tidak muncul pertanyaan-pertanyaan yang dinilai bias gender,” jelas Beni.(Ant/OL-4)

Baca Juga

MI/Susanto

Jaksa KPK Sebut Rentenir Nanang Hanya Dalih dalam Kasus Suap Azis Syamsuddin

👤Tri Subarkah 🕔Senin 24 Januari 2022, 13:48 WIB
Dalam persidangan sebelumnya, Robin mengaku mendapatkan uang sebesar US$100 ribu dan Sing$171.900 sebagai peminjam dari...
 ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Polda Jabar Belum Berikan Penangguhan untuk Bahar Smith

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 24 Januari 2022, 13:06 WIB
Polda Jawa Barat menyatakan belum memberikan penangguhan penahanan terhadap Bahar Smith (BS) yang menjadi tersangka kasus penyebaran berita...
ANTARA/Syifa Yulinnas

Polri Pastikan Perubahan Warna Pelat Kendaraan Bebas Biaya

👤Siti Yona Hukmana 🕔Senin 24 Januari 2022, 12:32 WIB
Dia meminta dukungan masyarakat terkait perubahan pelat kendaraan tersebut. Yusri menyebut saat ini rencana perubahan pelat masih dalam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya