Jumat 03 Desember 2021, 17:32 WIB

Perludem Kritik Transparansi Timsel KPU-Bawaslu

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Perludem Kritik Transparansi Timsel KPU-Bawaslu

MI/ANDRI WIDIYANTO
Tim Seleksi Bakal Calon Anggota KPU-Bawaslu Periode 2022-2027

 

PENELITI Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil memberikan catatan khusus terkait proses seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2022-2027 yang baru saja diumumkan oleh tim seleksi (timsel) yang diketuai oleh Juri Ardiantoro.

Fadli mempertanyakan alasan timsel yang tidak mengumumkan hasil nilai tes tertulis dan makalah para peserta seleksi KPU-Bawaslu.

"Padahal nilai-nilai itu perlu diketahui dari publik. Termasuk dari nilai makalah mereka," ungkap Fadli saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Jumat (3/12).

Dengan dibukanya nilai tes tertulis dan makalah, Fadli menilai publik bisa lebih leluasa untuk mengelaborasi ide-ide dari para bakal calon anggota KPU-Bawaslu periode 2022-2027. Menurut Fadli, komitmen timsel yang akan bekerja dengan transparan belum sepnuhnya terlihat.

Baca juga: NasDem Gelar Rapat Konsolidasi Bahas Pemenangan Pemilu 2024

"Termasuk tidak mau mengumumkan daftar riwayat hidup para calon. Gimana publik mau memberikan masukan jika CV nya tidak dibuka ke publik," ungkapnya.

Menurut Fadli, poin-poin dalam proses seleksi yang bersifat objektif dan non privat semestinya bisa dibuka kepada publik secara transparan. Padahal, proses seleksi KPU maupun Bawaslu di tingkat kota/kabupaten dan provinsi telah membuka hasil tes makalah.

"KPU provinsi saja dibuka, kenapa di tingkat RI justru tidak dibuka," tuturnya.

Dari 48 orang yang dinyatakan lolos proses seleksi tahap II, 8 orang diantaranya merupakan petahana atau komisioner KPU Bawaslu yang masih aktif menjabat. Refleksi kinerja mereka selama menjabat sebagai komisioner periode 2017-2022 akan amat menentukan proses penilaian dari timsel.

"Penilain yang paling penting ialah refleksi kinerja mereka (petahana) selama ini. Soal profesionalitas mereka, kepatuhan mereka terhadap UU, dan kepatuhan mereka melaksanakan keputusan pengadilan," pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

MI/Susanto

KPK Duga Banyak Penerimaan Suap Bupati Langkat yang belum Diketahui

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Kamis 20 Januari 2022, 05:28 WIB
"Barang bukti uang dimaksud diduga hanya bagian kecil dari beberapa penerimaan oleh TRP (Terbit Rencana Perangin...
MI/Susanto

KPK Tahan Bupati Langkat

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Kamis 20 Januari 2022, 05:18 WIB
"Dilakukan upaya paksa penahanan oleh tim penyidik bagi para tersangka untuk 20 hari pertama, terhitung mulai 19 Januari 2022 sampai...
MI/Susanto

Bupati Langkat Diduga Mematok 2 Tarif Berbeda untuk Pengerjaan Proyek

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Kamis 20 Januari 2022, 05:03 WIB
"Dengan nilai persentase 15% dari nilai proyek untuk paket pekerjaan melalui tahapan lelang dan nilai persentase 16,5% dari nilai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya