Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo kembali menyentil para kepala daerah karena tidak cekatan dalam menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pada Oktober lalu, Jokowi menyebut dana di daerah yang mengendap di perbankan mencapai Rp170 triliun.
Semakin waktu berjalan, alih-alih berkurang, dana yang mendekam justru semakin besar. "Saya sudah peringatkan di Oktober, seingat saya Rp170 triliun yang mengendap. Ini sekarang justru naik jadi Rp226 triliun. Ini perlu saya peringatkan," tegas Jokowi dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021 di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (24/11).
Jika hal tersebut terus berlangsung, ia khawatir dampak buruk tidak hanya terjadi pada daya beli masyarakat tetapi juga pada masuknya investasi ke dalam negeri.
Para penanam modal, sambungnya, akan ragu menaruh uang di Tanah Air karena melihat kepala daerah tidak bisa bergerak cepat menjalankan program-program. "Uang kita sendiri saja tidak digunakan, kok ngejar-ngejar orang lain untuk memasukkan uang? Logikanya tidak kena," jelas mantan wali kota Solo itu.
Kepala negara pun menegaskan kepada seluruh gubernur, bupati dan wali kota untuk segera menghabiskan anggaran yang tersedia. Gunakan sebaik-baiknya untuk membangun wilayah, mengembangkan potensi masyarakat. "Rp226 triliun itu gede sekali. Segera dihabiskan, realisasikan, baru kita bicara investor. Saya titip itu saja," ucap Jokowi.
Ia juga berpesan agar seluruh kementerian dan pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan baik dalam upaya mewujudkan pemulihan ekonomi yang berkualitas. "Kita harus menanggalkan ego sektoral. Kita semua harus memiliki visi yang sama, harus memiliki keinginan yang sama untuk memajukan daerah, kabupaten/kota, provinsi dan tentu negara kita Indonesia," tandasnya. (OL-12)
Akademisi Rocky Gerung mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan sebagai ahli yang dihadirkan pihak Roy Suryo dalam perkara dugaan ijazah palsu Jokowi.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
KPU menegaskan akan menindaklanjuti putusan Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) yang memerintahkan pembukaan dokumen ijazah jokowi dalam proses pencalonan Pemilu 2014 dan 2019.
POLEMIK ijazah Jokowi yang terus berlarut dinilai tidak lagi menyentuh kepentingan publik dan cenderung bergeser menjadi isu politik yang diproduksi berulang.
Lima menteri turut tergugat, yakni Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ATR/BPN, Menteri ESDM, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Profil lengkap Jenderal Gatot Nurmantyo. Simak rekam jejak karier Panglima TNI ke-16, pemikiran Proxy War, hingga peran di gerakan KAMI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved