Kamis 11 November 2021, 07:39 WIB

Relawan Jokowi Diminta Jangan Buat Gaduh Soal Polemik Bisnis PCR

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Relawan Jokowi Diminta Jangan Buat Gaduh Soal Polemik Bisnis PCR

Ant/Indrayadi
Ilustrasi: Petugas medis tengah mengambil sample untuk di tes PCR

 

KETUA Umum Dewan Pimpinan Nasional Seknas Jokowi, Guruh Hermawan, menyatakan keprihatinnya atas sejumlah relawan yang menyudutkan pemerintah mulai polemik bisnis polymerase chain reaction (PCR) hingga wacana perombakan alias reshuffle kabinet .

Guruh menilai, tuduhan atas sejumlah menteri terlibat dalam bisnis PCR tidak berdasar. Ia meminta relawan yang mengatasnamakan pendukung Jokowi jangan membuat gaduh.

"Kami tegak lurus menjalankan amanat relawan yang menyatukan bangsa, bukan gegabah menyudutkan pemerintah. Apalagi ada tuduhan ikut mendikte Pemerintah untuk melakukan reshuffle kabinet atau terlibat membongkar isu PCR gate. Tidak ada bukti itu, jadi bila ada pernyataan itu, maka Seknas Jokowi menyatakan keberatan atas tuduhan pihak tertentu," kata Guruh, dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (11/11).

Seperti diketahui, saat ini berkembang isu bisnis PCR yang disebut-sebut melibatkan dua Menteri di Kabinet Jokowi. Tudingan itu secara langsung  mengarah kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Sejumlah relawan mendesak Presiden Joko Widodo untuk melakukan reshuffle kabinet atas munculnya kasus tersebut.

Guruh juga membantah adanya organisasi yang mengatasnamakan Kelompok Kerja Pendukung Jokowi (KKPJ) yang didalamnya terdapat Organ relawan Seknas Jokowi. Menurutnya, Seknas Jokowi tidak pernah terlibat apalagi bermaksud untuk membicarakan Reshuffel kabinet. Itu bukan kewewenangan Seknas Jokowi.  

"Bahkan dengan tegas kami sampaikan Seknas Jokowi tidak mengenal organisasi KKPJ. Kita akan telusuri apabila ada pihak atau anggota Seknas Jokowi yang terlibat pola lama dalam meminta jabatan. Oleh karena itu tidak memiliki kepedulian pada rakyat yang saat ini bangkit dari pemulihan masa pandemi.” tegas Guruh Hermawan.

Sekjen Seknas Jokowi, Tumpak Sitorus menambahkan, tuduhan atas sejumlah menteri terlibat dalam bisnis PCR tidak berdasar. Jangan sampai uapua pemerintah dalam menangani dan mengendalikan pandemi covid-19  dipolitisasi dengan isu bisnis PCR.

"Adanya pernyataan seolah- olah Menteri BUMN cawe-cawe dalam pengadaan PCR terlebih dimasa darurat pendemi adalah tuduhan yang keji. Untuk itu pada kesempatan ini Seknas Jokowi mendukung Bapak Menteri Erik Tohir agar sesegera mungkin membersihkan para komisaris BUMN yg tidak kompeten atau yang berasal dari relawan agar segera diberhentikan," kata Tumpak Sitorus. (OL-13)

Baca Juga : Ketua Sapma Jatmi Belum Ada Bukti ET Ikut Berbisnis PCR

Baca Juga

ANTARA

4 Pesan Mendagri di Wilayah Perbatasan Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 23:40 WIB
Mendagri juga memberi empat catatan pesan untuk semua...
Dok. Kemenko PMK

BNPT: Upacara HUT ke-77 RI di Ponpes Milik Baasyir sebagai Rasa Syukur

👤Putra Ananda 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 22:10 WIB
Pelaksanaan upacara pengibaran bendera merah putih yang berlangsung di Ngruki merupakan bukti cinta tanah air yang dilakukan oleh Abu Bakar...
Ist

Kapolri Dapat Dukungan dari Mahasiswa Terkait Penanganan Kasus Joshua

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 20:41 WIB
Jenderal Sigit dinilai mampu membuka kasus secara transparan, terbuka, dan berkeadilan serta tak pandang bulu sebagai bentuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya