Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KATIB Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama K.H Yahya Cholil Staquf mengklaim telah mendapat dukungan dari 80 persen pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia untuk menjadi calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar Ke-34 NU di Lampung, 23—25 Desember 2021.
"Saya sudah mendapat dukungan sekitar 80 persen pengurus NU dari berbagai provinsi," ujar Gus Yahya, sapaan akrabnya, usai melihat kesiapan lokasi muktamar di Bandar Lampung, hari ini.
PWNU yang disebut-sebut mendukung Gus Yahya antara dari Lampung, Jawa Timur, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan.
"Dukungan ini makin memantapkan niat saya untuk mengabdi di NU yang lebih maksimal ke depan," ujar Gus Yahya.
Pada Minggu (17/10) malam, Gus Yahya menggelar silaturahmi dengan jajaran PWNU dan pengurus cabang NU (PCNU) se-Lampung di Resto Rumah Kayu Bandar Lampung.
Hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain Ketua Tanfiziah dan Katib Syuriah PWNU Lampung, ketua PCNU Kota Metro, Lampung Utara, Lampung Selatan, Mesuji, Pringsewu, Tanggamus, Waykanan, Tulang Bawang, dan Sekretaris PCNU Tulang Bawang Barat.
Gus Yahya yang saat ini menjabat sebagai Katib Aam PBNU menyatakan tekadnya maju dalam pencalonan Ketua Umum PBNU didasari keinginan mengabdi dan membesarkan NU, bukan untuk mengincar jabatan, batu loncatan, dan lain sebagainya.
Ia ingin terus membesarkan NU agar menjadi lebih baik berbekal pengalamannya selama ini sekaligus bertekad menguatkan muruah organisasi kemasyarakatan Islam yang usianya hampir satu abad itu.
Baca juga: Gus Yahya: Saya hanya Ingin Mengabdi dan Membesarkan NU
"Saya ingin bekerja hanya untuk NU, mengabdi kepada NU, dan membesarkan NU," kata mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.
Selain tidak akan terjun ke politik praktis, menurut Gus Yahya, ada beberapa hal yang menjadi agendanya jika mendapatkan mandat sebagai Ketua Umum PBNU mendatang, yakni percepatan penataan dan konsolidasi organisasi serta reorientasi NU dengan cara desentralisasi yang terkonsolidasi.
Mendapat penjelasan langsung dari Gus Yahya, sejumlah pengurus PWNU dan PCNU se-Lampung pun menyatakan memiliki pandangan satu visi dengan pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Tholibin, Rembang, Jawa Tengah itu. Mereka juga bersepakat dengan menandatangani surat dukungan untuk Gus Yahya.
PWNU Lampung telah menyiapkan dua lokasi untuk kegiatan Muktamar Ke-34 NU, yakni di Kampus UIN Raden Intan Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Tengah. (Ant/OL-4)
Rizki juga menjelaskan dalam narasinya terlapor menganggap bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis.
Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 NU yang digelar di Lobi Gedung PBNU, Jakarta, Senin (5/1).
Yenny mengaku sempat ditelpon Luhut Panjaitan yang tidak setuju organisasi masyarakat (ormas) diberi tambang. Sejak awal pun, Luhut juga tidak mau tanda tangan, sebab mengelola tambang susah.
Faris menyatakan pesimisme terhadap upaya islah yang telah dilakukan.
Pj Ketum PBNU Zulfa Mustofa menegaskan normalisasi akan dijalankan melalui komunikasi yang intensif dan menyeluruh.
Pleno Syuriyah ini menghasilkan keputusan penting, yaitu penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pejabat (Pj) Ketua Umum PBNU.
PKB undang tokoh kultural NU di Muktamar-6
PBNU berpandangan tanah yang telah dikelola oleh warga Pulau Rempang, Batam, selama bertahun-tahun, maka hukum pengambilalihan tanah itu oleh pemerintah adalah haram.
Pria yang akrab disapa Gus Yahya itu datang menemui Presiden Joko Widodo untuk melaporkan hasil Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Lampung pada 22-24 Desember lalu.
"Gus Yahya adalah simbol kekuatan kader muda NU. Ini menjadi bukti bahwa regenerasi berjalan dengan baik," kata Rumadi.
“Hasil ini bagi pemerintah sangat menggembirakan, sangat menyenangkan karena bagi pemerintah NU selama ini dianggap dan dinyatakan sebagai mitra pemerintah yang paling setia."
TERPILIHNYA Gus Yahya menjadi Ketum PBNU, mengingatkan Gubernur Ganjar pada sosok KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved