Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menyatakan bahwa komplotan mafia tanah mengincar lahan Pertamina yang berada di Jalan Pemuda, Jakarta Timur.
"Kasusnya mafia tanah ini di mana-mana ada, semakin harga tanah semakin mahal maka operasi mafia jadi makin intensif," ucap Sofyan.
"Siapa saja korban? Korban bukan hanya masyarakat, Pertamina pak, dengar? Pertamina kasus di Pulomas, depan Pramuka, Rawamangun," tegasnya.
Bahkan, kata Sofyan, anak diplomat pun dicatut terkait permasalahan tersebut.
"Tanah Pertamina itu digugat, keluarga yang menggugat itu membikin statement kalau dia nggak pernah klaim itu tanah. Karena kebetulan orang yang digunakan itu anaknya salah satu diplomat duta besar kita," ujar Sofyan.
Adapun yang merasa dirugikan akibat mafia tanah yang mengincar lahan Pertamina ialah Duta Besar RI untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon Andriana Supandy.
Baca juga: Sofyan Djalil Siap Berantas Mafia Tanah di Pusaran ATR/BPN
Andriana pun melakukan perlawanan terhadap kelompok mafia tanah yang merugikan keluarganya.
Sebelumnya, kasus sengketa lahan yang menyebabkan PT Pertamina (Persero) kebobolan Rp244,6 miliar masih belum menemui titik terang.
Pengacara PT Pertamina Harry Ardian menyampaikan pihaknya masih dalam proses hukum kasus dugaan mafia tanah di lahan yang dikuasai PT Pertamina di Jalan Pemuda, Jakarta Timur.
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan kasus ini ditangani oleh Direktorat Pidana Umum dan Direktorat Tindak Pidana Korupsi.
"Silakan ditanyakan ke Dirtipikor dan Dirtipidum. Masalahnya masih didalami," ujar Kabareskrim saat dimintai konfirmasi, Sabtu (18/9).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, penyidik Dittipikor Bareskrim Polri telah memeriksa sejumlah penyidik Subdit Harda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang sebelumnya menangani kasus ini.
Pemeriksaan itu berlangsung pada Kamis (9/9) dari siang hari hingga hampir tengah malam. Bahkan Direskrimum Kombes Tubagus Ade Hidayat sempat ditanyai selama 2 jam oleh rekan seangkatannya di Akpol, Kasubdit 1 Dittipikor Polri Kombes Sigit Widodo. (OL-4)
MANTAN Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla geram lahannya seluas 16 hektare di kawasan Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dicaplok orang.
KASUS sengketa lahan di Makassar yang menyeret nama mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali menguatkan persoalan serius mengenai praktik mafia tanah dan tumpang tindih administrasi pertanahan di Indonesia.
KUASA hukum NV Hadji Kalla, H. Hasman Usman, secara terang-terangan membantah pernyataan Bos Lippo James Riady yang disebutnya sebagai upaya cuci tangan dalam sengketa lahan 16 hektare.
KETUA Umum Barisan Pemuda Rakyat (Badar) Sumatra Selatan Hari Azwar meminta agar Komisi III DPR RI tidak terkecoh dan jernih dalam menilai mafia tanah yang seolah menjadi korban.
Aparat penegak hukum lainnya agar menindak tegas para mafia tanah tanpa harus menunggu desakan publik.
Badan Bank Tanah dan KPK teken MoU perkuat pengelolaan tanah negara transparan, berintegritas, dan lawan mafia tanah demi kesejahteraan rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved