Sabtu 25 September 2021, 02:21 WIB

Dijerat Sebagai Penyuap, Ancaman Penjara Azis 'Cuma' 5 Tahun

Dijerat Sebagai Penyuap, Ancaman Penjara Azis

Medcom/ Candra Yuri Nuralam
Azis Syamsuddin digiring ke mobil tahanan KPK

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin sebagai tersangka. Status tersebut diembannya karena KPK menduga Azis telah menyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju untuk mengurus perkara yang melibatkannya di Kabupaten Lampung Tengah.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut pihaknya menyangkakan Azis dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang No. 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Merujuk UU tersebut, ancaman hukuman yang tertuang dalam Pasal 5 Ayat 1, baik huruf a ataupun huruf b adalah paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun. Adapun ancaman pidana dendanya adalah paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta.

Sementara itu, ancaman hukuman yang tertuang dalam Pasal 13 adalah pidana penjara paling lama 3 tahun dan atau denda paling banyak Rp150 juta.

KPK meduga Azis telah menyuap Robin pada 2020 sebesar Rp3,1 miliar dari komitmen awal sejumlah Rp4 miliar. Perkara Azis di Lampung Tengah itu turut melibatkan mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar Aliza Gunado. Robin diketahui bekerja sama dengan seorang pengcara bernama Maskur Husain untuk ikut mengawal permintaan Azis. Sebagai tanda jadi, Firli menyebut Azis telah mengirimkan uang sebesar Rp200 juta ke rekening atas nama Maskur secara bertahap.

Pada bulan yang sama, Robin juga menyambangi rumah dinas Azis di Jakar Selatan dan menerima uang secara bertahap dengan pecahan dolar Amerika Serikat maupun Singapura. Rinciannya adalah US$100 ribu, S$17.600, dan S$140.500. Usai mendapat uang itu, Robin dan Maskur lantas menukarkannya ke mata uang rupiah. (OL-8)

Baca Juga

Antara

Haedar Nashir Dorong Sejahrawan Muhammadiyah Berpikiran Terbuka

👤Ant 🕔Sabtu 27 November 2021, 23:24 WIB
Ia berharap sejarawan Islam, khususnya sejarawan Muhammadiyah, tidak terjebak pada...
MI/Ramdani

Jimly: Jangan Panik, Putusan MK Soroti Proses Pembentukan UU Ciptaker, Bukan Materinya

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 November 2021, 21:41 WIB
Pasalnya, yang disoroti MK ialah proses pembentukan UU, bukan...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Rais Aam Perintahkan Muktamar Dipercepat, Panitia: Belum Diputuskan

👤Putra Ananda 🕔Sabtu 27 November 2021, 17:22 WIB
Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar memerintahkan muktamar dilaksanakan pada 17...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya