Kamis 02 September 2021, 06:58 WIB

KPK Minta Bupati Bintan Jelaskan Usulan Kuota Rokok dan Minuman Beralkohol

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
KPK Minta Bupati Bintan Jelaskan Usulan Kuota Rokok dan Minuman Beralkohol

ANTARA/M Risyal Hidayat
Tersangka Bupati Bintan Nonaktif Apri Sujadi

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati nonaktif Bintan Apri Sujadi, Selasa (31/8). Lembaga Antikorupsi itu meminta Apri menjelaskan usulan kuota rokok dan minuman beralkohol di Bintan.

"Tim penyidik mengonfirmasi antara lain terkait dengan kewenangan jabatan dan juga mengenai usulan kuota rokok dan kuota MMEA (minuman mengandung etil alkohol) untuk BP Bintan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Kamis (2/9).

Ali enggan memerinci lebih jauh total kuota rokok dan minimal beralkohol yang diusulkan. Namun, KPK meyakini dua benda itu dimainkan Apri untuk mendapatkan keuntungan sendiri.

Baca juga: Hakim Kabulkan Permohonan Justice Collaborator Anak Buah Juliari

Lembaga Antikorupsi itu juga memeriksa pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Mohd Saleh H.Umar di hari yang sama. 

Lembaga Antikorupsi juga meminta Umar untuk menjelaskan kuota rokok dan minuman beralkohol di Bintan.

KPK menahan Apri bersama dengan pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Mohd Saleh H Umar. Keduanya merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi
 pengaturan barang bercukai di Bintan pada 2016 sampai 2018.

Tindakan korupsi keduanya sudah dipantau sejak Februari 2021. Keduanya diduga melakukan tindakan rasuah terkait pengadaan kuota rokok di Bintan sejak 2016.

Apri, yang juga merupakan wakil ketua dewan kawasan Bintan diduga memanfaatkan jabatannya untuk mengumpulkan distributor rokok sekitar Juni 2016. Mereka semua dikumpulkan untuk membahas pengajuan kuota rokok di Bintan. Dalam pertemuan itu, Apri diduga diberikan uang oleh para distributor agar mendapatkan kuota yang diinginkan.

Apri juga memanfaatkan kuasa bupatinya untuk mengatur penggantian personel di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Bintan. Pengaturan personel itu agar aksinya dalam mengatur kuota rokok lancar.

Lembaga Antikorupsi menduga permainan Apri berlangsung selama 2017 sampai 2018. Dia dibantu oleh Umar sepanjang bermain di Bintan.

Dalam akal bulusnya itu, Lembaga Antikorupsi menduga Apri telah menerima uang Rp6,3 miliar. Sementara itu, Umar diduga menerima uang sekitar Rp800 juta. Negara jadi merugi Rp250 miliar akibat kedua orang tersebut.

Saat ini, Apri ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) cabang Gedung Merah Putih KPK. Sementara itu, Umar ditahan di Rutan KPK cabang Kavling C1.

Apri dan Umar disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP. (OL-1)

Baca Juga

Dok.Humas Kementerian BUMN

Erick Thohir: Bersih-bersih BUMN untuk Benahi Sistem, Berantas Korupsi

👤Mediaindonesia 🕔Senin 27 Juni 2022, 14:36 WIB
Erick Thohir mengatakan bahwa kolaborasi antara Kementerian BUMN dan Kejaksaan Agung adalah bukti komitmen bersama untuk menghasilkan...
MI/Susanto

KPK Siap Hadapi Praperadilan Mardani H Maming

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 14:23 WIB
Tim penyidik KPK telah bekerja berdasarkan prosedur hukum dalam perkara yang menjerat mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan...
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Kejagung Tetapkan Emirsyah Satar Tersangka Korupsi Pengadaan Pesawat

👤Tri Subarkah 🕔Senin 27 Juni 2022, 13:45 WIB
Burhanuddin mengatakan bahwa pihaknya tidak melakukan upaya penahanan karena para tersangka sedang menjalani masa tahanan terkait kasus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya