Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTARI baru saja terbit di ufuk timur Bintan. Cahaya keemasan memantul di permukaan laut Lagoi Bay. Sementara ribuan pelari bersiap menapaki lintasan yang berkelok di antara pantai, hutan, dan desa wisata. Di bawah langit tropis yang biru, mereka tidak hanya datang untuk berlari, tetapi untuk menemukan harmoni antara tubuh, alam, dan semangat kebersamaan. Inilah Mandiri Bintan Marathon 2025, ajang sport tourism bertaraf internasional yang akan digelar pada 7-9 November 2025 di kawasan wisata Bintan Resorts.
Dengan mengusung tema Run and Discover, perhelatan ini bukan sekadar lomba adu cepat. Ia menjadi simbol pertemuan tiga hal penting: olahraga, pariwisata, dan keberlanjutan lingkungan. Setelah sempat tertunda pandemi dan kini kembali dalam skala penuh, Mandiri Bintan Marathon menandai kebangkitan sport tourism Indonesia.
Antusiasme peserta tahun ini meningkat tajam. Menurut Head Commercial Bintan Resorts, Raja Azmizal Usman, jumlah pelari naik 25% dibanding tahun sebelumnya, mencapai 3.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Angka ini bukan hanya statistik, melainkan cermin minat yang tumbuh terhadap Bintan sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
“Kami ingin Mandiri Bintan Marathon menjadi gerbang untuk mengenalkan Bintan ke dunia, bahwa keindahan alam Indonesia bisa dinikmati sambil berolahraga,” ujar Azmizal.
Kegiatan ini kembali mendapat dukungan penuh dari Bank Mandiri sebagai sponsor utama. Bagi bank pelat merah tersebut, partisipasi ini bukan sekadar branding, melainkan wujud nyata komitmen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pariwisata.
“Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar ajang olahraga. Ini momentum sinergi untuk memajukan negeri, olahraga, pariwisata, keberlanjutan, dan industri produktif dapat berkolaborasi,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri M. Ashidiq Iswara.
Bupati Bintan Roby Kurniawan menyebut ajang ini sebagai bukti nyata bahwa sport tourism mampu membawa dampak nyata bagi masyarakat lokal. Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah, swasta, dan masyarakat, Bintan menegaskan diri sebagai contoh pariwisata berkelanjutan.
“Bintan dikenal memiliki keindahan alam bak surga tropis. Melalui event ini, kami ingin memperkuat posisi Bintan sebagai destinasi wisata dan olahraga unggulan Indonesia,” ujarnya.
Lintasan maraton yang melintasi garis pantai Lagoi, hutan mangrove, hingga perkampungan pesisir menawarkan pengalaman yang tak terlupakan. Setiap kilometer bukan hanya menguji stamina, tetapi juga menjadi perjalanan spiritual yang menghubungkan pelari dengan keindahan dan kearifan lokal.
Tahun ini, penyelenggara menghadirkan sentuhan budaya yang unik. Desain medali Mandiri Bintan Marathon 2025 terinspirasi dari kisah Suku Laut, masyarakat asli pesisir yang hidup selaras dengan alam.
Pada medali, terdapat ukiran hewan-hewan simbolik: anjing sebagai teman berburu, burung bayan penanda cuaca, monyet lambang kecerdikan, dan ayam jago sebagai penanda waktu. Setiap detail menggambarkan hubungan manusia dengan alam dan naluri kebijaksanaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Desain ini bukan sekadar estetika, tetapi penghormatan terhadap nilai-nilai lokal yang menjadi jiwa Bintan, bahwa kebersamaan dan keseimbangan dengan alam adalah kunci keberlanjutan.
Dalam semangat keberlanjutan, tahun ini juga digelar program Mandiri Looping for Life. Melalui inisiatif ini, setiap peserta diajak berpartisipasi dalam aksi nyata menjaga lingkungan dengan menyumbangkan bibit mangrove yang akan ditanam di hutan bakau bagian utara Pulau Bintan.
Program ini menegaskan bahwa olahraga dapat menjadi alat perubahan positif, bukan hanya untuk kesehatan tubuh, melainkan juga untuk planet yang kita pijak. Setiap langkah di lintasan maraton menjadi simbol langkah kecil menuju masa depan yang lebih hijau.
Bagi masyarakat sekitar, kehadiran ribuan pelari berarti peluang ekonomi baru. UMKM lokal menyiapkan aneka kuliner khas Bintan, pengrajin menampilkan suvenir bernuansa bahari, dan pelaku wisata mempersiapkan paket tur yang memperkenalkan kekayaan budaya serta alam pulau. Inilah bukti bahwa sport tourism bukan sekadar event, melainkan ekosistem ekonomi yang menghidupkan banyak lapisan masyarakat.
Bank Mandiri melalui dukungannya menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah, terutama dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan memperluas kesejahteraan masyarakat melalui aktivitas produktif yang berkelanjutan.
Ketika ribuan pelari menembus garis finis dengan senyum dan peluh, mereka membawa lebih dari sekadar catatan waktu. Mereka membawa pesan tentang kebersamaan, cinta alam, dan semangat menjadikan olahraga sebagai gerakan perubahan.
Mandiri Bintan Marathon 2025 menjadi saksi bahwa ketika olahraga, pariwisata, dan keberlanjutan berpadu, bukan hanya perekonomian yang bergerak, melainkan juga kesadaran kolektif untuk merawat bumi, satu langkah demi satu langkah. (HK/E-4)
Seluruh hasil lelang jersei Robi Syianturi yang digunakan di SEA Games 2025 disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.
Robi Syianturi mencatatkan waktu impresif 2 jam 27 menit 33 detik, meninggalkan jauh para pesaingnya di nomor maraton SEA Games 2025.
Odekta Elvina Naibaho tampil memukau di SEA Games 2025. Ia finis terdepan dengan catatan waktu impresif 2 jam 43 menit 13 detik.
Biasanya, nomor-nomor lari jarak jauh seperti maraton dan 10.000 meter digelar pagi hari untuk menghindari teriknya matahari.
Rahmad Setiabudi tersenyum lebar saat finish Chicago Marathon 2025 dengan catatan waktu 2 jam 44 menit dan menjadi pelari tercepat asal Indonesia.
Tingginya minat masyarakat membuat kapal Roro rute Pelabuhan Telaga Punggur–Pelabuhan Tanjung Uban menjadi pilihan favorit.
Bea Cukai Kepulauan Riau berhasil menggagalkan penyelundupan 281.583 benih bening lobster di Perairan Utara Bintan.
Salah satu inisiatif unggulan adalah program pemberdayaan nelayan tradisional bekerja sama dengan KNTI Bintan Utara.
Melalui sistem ini, masyarakat bisa menjadi nasabah, sementara pihak pengelola berperan menyalurkan sampah ke pengepul atau industri daur ulang.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, mengatakan program tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved