Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH daerah (pemda) diminta memperbaiki perilaku belanja, serta lebih cermat dalam melakukan belanja daerah di tengah pandemi covid-19.
Selain itu, pemda juga diharapkan memiliki sensitivitas bahwa pandemi merupakan situasi luar biasa. Hal itu ditegaskan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian Noervianto, yang menanggapi pengadaan baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang.
Diketahui, baju dinas para anggota DPRD tersebut menggunakan bahan dari merek mewah, seperti Louis Vuitton hingga Thomas Crown. "Kami berharap pemda punya sense of crisis. Belanja yang sifatnya konsumtif lebih diarahkan pada belanja produktif, bantuan sosial misalnya," pungkas Ardian saat dihubungi, Selasa (10/8).
Dirinya menjelaskan bahwa pengadaan pakaian dinas pimpinan dan anggota DPRD diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017. Pada Pasal 12 PP tersebut, ada prinsip mengenai jenis pakaian yang bisa diberikan kepada pimpinan dan anggota DPRD.
Baca juga: Perubahan APBD Lambat, Serapan Anggaran Covid Daerah Rendah
Misalnya, pakaian sipil harian sebanyak dua pasang dalam setahun. Lalu, pakaian sipil resmi satu pasang untuk satu tahun, jas dua pasang untuk lima tahun, pakaian dinas panjang satu pasang untuk satu tahun dan pakaian berciri khas daerah satu pasang untuk 1 tahun.
"Dalam PP ada prinsip dasar yang harus diperhatikan. Pertama menyangkut efisiensi, efektivitas, dan kepatutan. Patut artinya memperhatikan kondisi dan dinamika yang terjadi di masyarakat," imbuh Ardian.
Kemudian dalam PP tersebut, juga tidak diatur atau disebutkan merek untuk bahan pakaian yang digunakan. Namun menurutnya, ada standar satuan harga yang ditetapkan kepala daerah. Standar itu menjadi acuan batas maksimal harga yang ditetapkan.
"Misal, Wali Kota Tangerang menetapkan standar Rp1 juta untuk satu setelan. Tapi DPRD misalnya, mengusulkan karena covid-19, jangan Rp1 juta. Mengenai dinamika di Kota Tangerang, pakaian itu terlalu mahal," pungkasnya.
Baca juga: APBD DKI 2020 Defisit, DPRD Maklumi Karena Pandemi
Seharusnya, pemda mampu melakukan evaluasi terhadap belanja APBD. Sehingga, pemprov atau Kemendagri tidak perlu mengoreksi rancangan anggaran dan belanja. Mengacu pada aturan, Kemendagri bisa meminta pemprov melakukan koreksi terhadap rancangan APBD. Lalu, pemprov dapat mengevaluasi RPABD pemerintah kabupaten/kota dalam waktu 15 hari.
Polemik baju dinas merek luar negeri untuk pimpinan dan anggota DPRD Tangerang bermula dari pernyataan Kepala Pokja ULP Kota Tangerang Hadi Sudibjo. Dirinya mengklarifikasi bahan pakaian yang akan digunakan untuk baju dinas.
Seperti, Louis Vuitton untuk pakaian dinas harian, Lanificio Di Calvino untuk pakaian sipil resmi, Theodore untuk pakaian sipil harian dan Thomas Crown untuk pakaian sipil lengkap. Mengutip situshttps://lpse.tangerangkota.go.id/, dana untuk bahan pakaian dinas DPRD Kota Tangerang sebesar Rp675 juta. Lalu, anggaran ongkos jahit sebesar Rp600 juta.(OL-11)
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Akmal juga mengingatkan pentingnya membangun orientasi generasi muda agar tidak semata terfokus pada teknologi digital, tetapi tetap menyadari jati diri Indonesia sebagai negara agraris.
Daerah Otonom Baru (DOB) di Indonesia yang kerap mengutamakan kepentingan elit politik daripada kesejahteraan masyarakat.
Harapannya Pemerintah Daerah dapat memberikan apresiasi nyata bagi pengelola rumah ibadah yang berhasil memberikan dampak sosial luas bagi warga sekitarnya.
Kemenkes mendukung rencana revitalisasi RSUD Kota Biak agar dapat berfungsi sebagai rumah sakit rujukan setara provinsi, dengan estimasi anggaran Rp13,5 miliar.
Program strategis Presiden tidak akan mencapai keberhasilan maksimal tanpa inisiatif personal dari setiap warga negara.
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi Transjakarta hingga Rp1,1 triliun pada 2026 seiring turunnya total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Dengan capaian tersebut, APBD tahun 2025 mencatatkan surplus sebesar Rp41,7 triliun. Sementara itu, net pembiayaan daerah pada tahun yang sama mencapai Rp67,1 triliun.
Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026 resmi diundangkan pada 23 Desember 2025.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan Pemprov DKI Jakarta tengah merevitalisasi sejumlah ruang publik, namun tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved