Senin 09 Agustus 2021, 13:48 WIB

Kasus RJ Lino, Kerugian Negara Bertambah jadi US$1,997 Juta

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Kasus RJ Lino, Kerugian Negara Bertambah jadi US$1,997 Juta

Antara
Mantan Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) Richard Joost Lino

 

KERUGIAN keuangan negara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) pada 2009 - 2011 yang menjerat mantan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Richard Joost Lino, bertambah. Hal itu terungkap dalam sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (9/8).

Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kerugian keuangan negara kasus itu mencapai US$1,997 juta. Padahal saat konferensi pers Jumat (26/3) lalu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut kerugian keuangan negara yang diakibakan dalam rasuah tersebut hanya US$22.828,94. Angka itu diperoleh berdasarkan pemeliharaan tiga unit QCC di Pelabuhan Panjang, Lampung; Palembang, Sumatera Selatan; dan Pontianak, Kalimantan Barat.

"Karena memang temuan dari penyidikan ada dua perbuatan melawan hukum, jadi ada dari sisi pengadaan dan pemeliharaannya. Dalam prosesnya kan kita menemukan dalam pengadaan memang nyata sekali ada perbuatan melawan hukumnya," kata Wawan saat ditemui di luar ruang sidang.

Baca juga : Jokowi Ingatkan Pengusaha kalau Ada Aparat Nakal, Laporkan!

Kerugian keuangan negara yang dirujuk oleh jaksa KPK didasarkan pada audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) maupun Unit Forensik Akunting Direktorat Deteksi dan Analisis KPK serta Laporan hasil Pemeriksaan Investigatif kasus tersebut. Audit akuntan forensik KPK menemukan kerugian sebesar US$1.974.911,29 juta terkait pengadaan QCC.

Jaksa KPK meyakini RJ Lino telah mengintervensi proses pengadaan QCC dengan menunjuk Wuxi Hua Dong Heavy Machinery Science and Technology Group Co. Ltd. (HDHM) sebagai perusahaan pelaksana proyek. Perbuatan itu dilakukan secara bersama-sama dengan Ferialdy Norlan selaku Diektur Operasi dan Teknik PT Pelindo II dan Chariman HDHM, Weng Yaogen.

Atas perbuatannya, RJ Lino diancam pidana dengan Pasal 2 Ayat (1) UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai pembacaan dakwaan, RJ Lino menyatakan akan mengajukan keberatan atau eksepsi. Sementara itu, Wawan menyebut pihaknya berencana untuk menghadirkan 20 lebih orang saksi dalam persidangan. (OL-2)

 

Baca Juga

MI/Susanto

KPK Amankan uang Ratusan juta Rupiah dari OTT di Surabaya

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 20 Januari 2022, 20:37 WIB
Di samping itu, kata Ali, KPK saat ini juga telah membawa lima orang yang terdiri atas hakim, panitera pengganti, pengacara, dan pihak...
ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

NasDem Minta Kemenhan Konsisten Bina Komponen Cadangan

👤tri subarkah 🕔Kamis 20 Januari 2022, 20:26 WIB
Pembentukan komcad adalah kebijakan strategis yang melibatkan masyarakat dalam kerangka bela...
DOK MI.

Tanggapi OTT, Ketua KPK Lihat Ada Pelanggaran Sistem oleh Pejabat

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 19:43 WIB
Terkait ada para pejabat di lingkungan yudikatif, termasuk penegak hukum seperti hakim dan pengacara, pihaknya merasa sangat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya