Jumat 30 Juli 2021, 23:52 WIB

Sembilan Tersangka Korupsi Asabri Segera Disidang

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Sembilan Tersangka Korupsi Asabri Segera Disidang

MI/ Susanto
Salah satu tersangka kasus Asabri Benny Tjokro

 

SEMBILAN tersangka perorangan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana dan investasi pada PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik (ASABRI) telah diserahkan ke jaksa penuntut umum dari penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung.

Pelimpahan tersangka maupun berkas perkara dari penyidik mulanya dilakukan terhadap tujuh orang. Baru pada Rabu (28/7) dua tersangka lain, yakni Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat dilimpahkan.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Ardito Muwardi, tim JPU masih menyusun surat dakwaan sebelum nantinya dibacakan pada sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. "Prinsipnya kami masih menunggu tim jaksa yang sedang menyusun dakwaan," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (30/7).

Ardito belum dapat memastikan ihwal perbarengan pelimpahan dakwaan ke pengadilan untuk seluruh tersangka. Kendati demikian, ia menyebut penyusunan surat dakwaan dilakukan dengan segera.

"Apakah nanti dilimpahkan bersamaan atau dilimpahkan berbeda hari, kami menunggu kesiapan surat dakwaannya. Prinsipnya sesegera mungkin," tandasnya.

Selain Benny dan Heru, dua tersangka lain dalam kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp22,78 miliar itu adalah mantan Direktur Utama ASABRI, yaitu Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaya.

Sementara sisanya adalah Direktur Keuangan ASABRI 2008-2014 Bachtiar Effendi, Direktur ASABRI 2013-2014 dan 2015-2019 Hari Setiono, Kepala Divisi Investasi ASABRI 2012-2017 Ilham W Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, dan Direktur Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Teranyar, Kejagung mengumumkan sepuluh tersangka baru dalam rasuah yang terjadi antara 2012 sampai 2019. Seluruhnya adalah tersangka korporasi manajer investasi (MI), yakni PT IIM, PT MCM, PT PAAM, PT RAM, PT VAM, PT ARK, PT OMI, PT MAM, PT AAM, dan PT CC.

Sementara itu, pemeriksaan saksi yang dilakukan oleh penyidik Gedung Bundar masih terus dilakukan. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, mengatakan ada tiga orang yang diperiksa sebagai saksi pada Jumat (30/7). Seluruh saksi adalah staf Benny berinisial LA, JI, dan RM.

"Para saksi diperiksa terakit pendalaman keterlibatan pihak lain," ujar Leonard melalui keterangan tertulis. (OL-8)

 

Baca Juga

Antara

Alex Noerdin Bantah Memerintahkan Anggarkan Dana Rp100 Miliar Per Tahun

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 September 2021, 00:05 WIB
Menurut Alex, ia hanya menyarankan kepada Ketua BPKAD yang saat itu dijabat oleh Laoma L Tobing menyelesaikan pencairan dana...
Dok MI

Istana Restui Kapolri Rekrut Pegawai KPK yang Dipecat

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 28 September 2021, 23:24 WIB
"Sebuah upaya baik untuk menyelesaikan masalah secara musyawarah, humanis, dialogis," kata...
Antara

Ini Cerita Sesama Tahanan Soal Napoleon

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 28 September 2021, 21:38 WIB
SELAMA 10 bulan berinteraksi dengan Irjen Napoleon Bonaparte di tahanan, aktivis demokrasi  Syahganda Nainggolan menilai sosok jendral...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kawin Kontrak Rendahkan Perempuan

 Kawin kontrak masih ditemukan di Kabupaten Cianjur. Usia pernikahan hanya dua bulan dengan uang mahar Rp15 juta

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya