Sabtu 24 Juli 2021, 11:20 WIB

Tingkat Keterwakilan Pemuda di Parlemen belum Optimal

mendiaindonesia.com | Politik dan Hukum
Tingkat Keterwakilan Pemuda di Parlemen belum Optimal

DOK DPR RI
ANGGOTA KOmisi VII DPR RI Dyah Roro Esti.

 

ANGGOTA DPR RI dari kalangan muda Dyah Roro Esti menilai tingkat keterwakilan pemuda di parlemen Indonesia masih belum optimal. Menurut dia, saat ini, jumlah generasi Z (9-24 tahun) dan milenial (25-40 tahun) mendominasi populasi penduduk Indonesia yakni sebesar 53,52%.
  
''Sementara, pada periode 2019-2024 ini, hanya 10% dari Anggota DPR berusia di bawah 40 tahun. Dengan angka-angka tersebut, menunjukkan keterwakilan anak muda di parlemen masih belum optimal,'' kata Roro Esti dalam keterangannya  saat diskusi daring Roro Talks di Jakarta, Sabtu (24/7).
  
Namun demikian, Anggota Komisi VII DPR itu mengharapkan dengan keterwakilan yang ada, kalangan muda di DPR dapat maksimal memperjuangkan aspirasi rakyat sesuai dengan komisi yang dinaungi.

Baca Juga: DPR: Protokol Kesehatan Kunci Keselamatan Lawan Covid-19
  
Platform diskusi rutin yang diinisiasi Dyah Roro Esti itu kali ini membahas tema 'Kiprah Pemuda di Parlemen'. Diskusi itu menghadirkan pembicara para tokoh muda di dunia politik yaitu Anggota Komisi VI DPR Tommy Kurniawan, Anggota Komisi X DPR Bramantyo Suwondo, dan Anggota Komisi I DPR Rizki Natakusumah.
  
Bramantyo Suwondo mengatakan dengan terjun di dunia politik akan memberikan kesempatan untuk berkontribusi lebih banyak kepada negara. Sebagai anggota komisi DPR yang membidangi pendidikan, politisi muda Partai Demokrat itu menilai poin penting pembangunan bangsa adalah investasi secara besar-besaran di sumber daya manusia (SDM).
  
Terkait COVID-19, Bramantyo mengatakan dirinya bersama Komisi X DPR berkonsentrasi pada optimalisasi pemberian vaksin COVID-19 kepada para guru dan pelajar. 

Baca Juga: Puan Maharani Desak Pemerintah Pastikan Bantuan Sampai ke Rakyat
  
Sementara, Tommy Kurniawan menyebutkan dari adanya stigma negatif pemuda di dunia politik, dirinya tergerak membuktikan bahwa pemuda di parlemen memiliki integritas tinggi dan dedikasi yang baik. Menurut dia, dalam memasuki bonus demografi ke depan, pemuda Indonesia harus bisa mengambil tongkat estafet dan terjun ke dunia politik sekaligus membuktikan stigma negatif tersebut hanya sekedar asumsi dan bukan fakta.
  
Soal COVID, Tommy mengatakan Komisi VI DPR telah mengadakan rapat darurat untuk membahas pembangunan rumah sakit modular tambahan dan distribusi oksigen oleh BUMN ke sejumlah daerah di Indonesia. Menurut anggota parlemen muda PKB ini, untuk distribusi vaksin, bisa dibantu Anggota DPR ke dapilnya masing masing. 
  
Sedangkan, Rizki Natakusumah mengaku awalnya memiliki pemikiran yang skeptis untuk terjun ke dunia politik. Namun, ia sadar kesempatan itu merupakan hal yang langka dan dapat menjadi motivasi bagi kalangan muda lainnya untuk membuat perubahan, sehingga pada akhirnya dia menjadi Anggota DPR.
  
Terkait COVID, politisi muda Partai Demokrat ini bersama Komisi I DPR telah mendorong adanya kerja sama internasional dalam pengadaan vaksin dan transformasi teknologi dan iptek antarnegara.
  
Sedangkan, Roro Esti menambahkan untuk Komisi VII DPR, pihaknya telah memperjuangkan pembuatan vaksin dari dalam negeri seperti Vaksin Merah Putih hingga Nusantara. ''Kami juga mendorong produksi vaksin dan alat kesehatan dalam negeri, serta melakukan pembagian sembako bagi masyarakat terdampak COVID-19,'' kata Anggota DPR milenial dari Partai Golkar tersebut. (Ant/OL-10)

Baca Juga

Ist/DPR

Rapat Kerja DPR Pemerintahkan Tentukan Poin Pembahasan UU Cipta Kerja

👤Sri Utami 🕔Senin 29 November 2021, 17:45 WIB
Willy Aditya mengatakan pembahasan daftar inventaris masalah (DIM) dibahas oleh fraksi-fraksi yang akan dilihat catatan pentng efektivitas...
Antara

Ahli Sebut Kerugian Investasi tak Boleh Dikembalikan ke Negara

👤Tri Subarkah 🕔Senin 29 November 2021, 17:02 WIB
Penyedia jaminan sosial seperti PT Asabri memiliki tata kelola keuangan yang berbeda dengan...
Antara

Korban Kasus Jiwasraya Didorong Lapor ke Ombudsman

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 17:01 WIB
"Ombudsman punya metode baru atau memperbaiki cara-cara penekanan dalam laporan terkait dengan pengaduan ini," ujar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya