Rabu 21 Juli 2021, 06:38 WIB

Ada Pegawai yang Tolak Pelatihan Bela Negara, KPK Cuek

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
Ada Pegawai yang Tolak Pelatihan Bela Negara, KPK Cuek

MI/Susanto
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih KPK, Rasuna Said, Jakarta.

 

SEBANYAK enam pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang gagal dalam tes wawasan kebangsaan (TWK), menolak ikut pelatihan bela negara. Lembaga Antikorupsi itu pun ogah memusingkan hal itu.

"Kami mempersilahkan kepada pegawai untuk menggunakan hak mereka atau tidak," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron melalui keterangan tertulis, Rabu (21/7).

Ghufron mengatakan sebanyak 18 pegawai yang gagal TWK ikut pelatihan bela negara. Mereka semua sudah memberikan pernyataan kesiapan mengikuti pelatihan untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) itu.

Baca juga: Dilaporkan KPK ke Polisi, Greenpeace Kebingungan

Lembaga Antikorupsi itu tetap menggelar pelatihan. Ghufron mengatakan pelatihan itu tidak dihentikan untuk memenuhi hak 18 orang pegawai yang bersedia dibina.

"Prinsipnya ini hak dari pegawai untuk mengikuti diklat bela negara sebagai syarat untuk diangkat sebagai ASN KPK," ujar Ghufron.

Ghufron juga mengatakan sikap itu dilakukan bukan berarti KPK pilih kasih dengan enam pegawai yang menolak dibina untuk jadi ASN. Dia menyebut enam pegawai lainnya sudah diberikan kesempatan yang sama.

"Karena 24 pegawai yang masih diberi kesempatan untuk mengikuti diklat bela negara adalah hasil perjuangan KPK agar pegawai KPK masih diberi kesempatan untuk menjadi pegawai KPK," pungkas Ghufron. (OL-1)

Baca Juga

 MI / ADAM DWI.

Kembali ke Korps Bhayangkara, Novel Baswedan: Kami Lihat Keseriusan Kapolri

👤Mediaindonesia 🕔Senin 06 Desember 2021, 14:22 WIB
Novel mengatakan dirinya dalam posisi menerima tawaran Kapolri untuk memperkuat Polri dalam bidang pencegahan tindak pidana...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Azis Didakwa Menyuap Penyidik KPK dan Pengacara Rp3,6 Miliar

👤Mediaindonesia 🕔Senin 06 Desember 2021, 14:16 WIB
Azis Syamsuddin didakwa memberi suap senilai Rp3,619 miliar kepada eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur...
DOK BAKAMLA RI

Indonesia Jangan Tunduk dengan Klaim Membabi Buta Tiongkok di Natuna

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 06 Desember 2021, 14:04 WIB
Aktivitas ekonomi harus terus digencarkan di sana berikut penambahan armada patroli dari Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan TNI...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya