Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISAN RI telah memasuki usia 75 tahun yang menuntut profesionalitas lebih baik. Reformasi kepolisian masih harus terus dilakukan khususnya di sektor kultural yang masih menjadi pekerjaan rumah.
"75 tahun Polri melakukan karya dan pengabdiannya, sudah banyak legacy dan capaian yang sudah dihasilkan. Namun di sisi lain, reformasi kepolisian masih harus terus dilakukan khususnya reformasi kultural yang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan secara tuntas," ujar Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto dalam keterangannya, Kamis (1/7).
Ia mengatakan, reformasi struktural dan instrumental sudah mulai terwujud namun hingga HUT Bhayangkara ke-75 reformasi kultural masih tertinggal. Pasalnya sektor ini dihadapkan kepada berbagai tantangan dan membutuhkan waktu yang lebih panjang lagi.
"Karena mengubah mindset dan perilaku di lingkungan kepolisian ternyata tidak mudah," jelasnya.
Ia melihat tantangan yang bisa berpotensi membawa kemunduran reformasi kepolisian jika tidak segera diperbaiki. Itu meliputi polri rawan terseret dalam kepentingan politik elit dan praktis. Netralitas polisi dalam kepentingan politik menjadi tantangan yang harus dijawab dan dibuktikan.
"Polri harus lepas dari kepentingan elit dan politik yang dapat membahayakan kehidupan demokrasi, kebebasan sipil dan berpotensi terjadinya penyalahgunaan kewenangan. Perwujudan civilan police di polri perlu komitmen dan konsistensi proses demiliterisasi dan depolitisasi demi tercapainya pemolisian demokratis," ungkapnya.
Baca juga : Setara Institute Soroti Polri Mulai Demonstrasi sampai Laskar FPI
Selanjutnya reformasi kepolisian selama ini masih dianggap ada persoalan mendasar dalam hal akuntabilitas. Setidaknya, ada tiga hal yang butuh perhatian khususnya dalam penanganan kasus pelanggaran hukum, penetapan kebijakan yang berpotensi mengancam kebebasan sipil, dan keterlibatan dalam aksi kekerasan terhadap masyarakat.
"Aparat kepolisian diharapkan tidak menggunakan kekuasaannya untuk melakukan tindakan diskriminatif, dan sebaliknya diharapkan menjadi pengayom masyarakat secara adil," katanya.
Praktik represi di ruang publik masih menjadi momok. Dalam beberapa kasus, masyarakat menganggap masih banyak arogansi yang dilakukan oleh oknum kepolisian. Bahkan tidak sedikit yang kemudian berujung pada kriminalisasi.
"Tindakan kekerasan yang berlebihan, arogansi aparat kepolisian ini harus menjadi bagian reformasi yang harus diwujudkan," jelasnya.
Perilaku koruptif dan gaya hidup mewah juga patut disoroti. Secara kelembagaan polri harus mampu membangun zona intergritas dan memastikan segenap anggotanya terhindar dari perilaku korup dan gaya hidup mewah.
"Saya rasa Kapolri dihadapkan kepada pekerjaan rumah yang cukup fundamental yang masih harus diselesaikan. Perwujudan transformasi polri yang presisi akan optimal dapat diwujudkan jika beberapa hal fundamental tersebut dapat diselesaikan," tutupnya. (OL-7)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada jajaran TNI dan Polri dalam rapat pimpinan (rapim) yang digelar di Istana Kepresidenan, Senin (9/2).
SEJUMLAH kementerian dan lembaga negara membahas penguatan moderasi beragama.
Kapolsek Serpong, Kompol Suhardono menambahkan kegiatan bakti sosial merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat.
Beberapa unsur kelompok masyarakat yang terlibat pada peringatan HUT Bhayangkara ke-79 adalah kalangan buruh. Mereka turut mengikuti defile bersama,
Kehadiran elemen masyarakat pada peringatan HUT Bhayangkara ke-79 dipuji Presiden Prabowo Subianto. Presiden berpesan agar polisi Indonesia senantiasa hadir di tengah masyarakat.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan apresiasi langsung kepada Komandan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara, Irjen Dadang Hartanto. Presiden memberikan bonus.
Pagelaran ini pun menjadi cara lain dalam memaknai Bhayangkara bukan sekadar institusi keamanan, tetapi juga sebagai mitra budaya dan pelindung harmoni sosial.
SEJUMLAH ruas jalan di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas) mengalami kepadatan lalu lintas akibat rombongan kendaraan yang mengikuti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved