Kamis 24 Juni 2021, 15:40 WIB

Serangan Siber di RI Terus Meningkat, Capai 448 Juta Kasus

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Serangan Siber di RI Terus Meningkat, Capai 448 Juta Kasus

AFP
Kode biner yang terefleksi dari mata seorang perempuan yang memandang layar komputer.

 

DARI tahun ke tahun, jumlah serangan siber di Indonesia terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) periode Januari-Mei 2021, jumlah kasus serangan siber di Indonesia mencapai 448 juta kasus.

"Tingginya tingkat pemanfaatan teknologi informasi komunikasi berbanding lurus dengan risiko dan ancaman keamanan," ungkap Kepala BSSN Hinsa Siburian di Jakarta, Kamis (24/6).

Malware menjadi bentuk serangan siber yang paling banyak terjadi di Indonesia. Lalu, diikuti dengan serangan aktivitas Trojan, serta inforamsi leak atau kebocoran informasi. Total kasus serangan pada Mei 2021 mencapai 177 juta kasus. 

Baca juga: Hati-Hati, Kejahatan Siber di Indonesia Makin Tinggi

Adapun, jumlah tersebut naik cukup signifikan dari bulan sebelumnya, yakni April, sebanyak 115 juta kasus. "Tren serangan siber, seperti serangan malware, yang kerap meminta tebusan dan insiden kebocoran data," imbuh Hinsa.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan jumlah kebocoran akun yang mengalami peretasan didominasi sektor pemerintahan, yang mencapai 16.233 akun. Sektor keuangan sebanyak 8.899 akun, transportasi 4.159 akun, komunikasi 4151 akun, penegakan hukum 3.290 akun dan BUMN sebanyak 946 akun.

Baca juga: Soal Kebocoran Data BPJS Kesehatan, Polri Dalami Peran IT

Diketahui, CSIRT sendiri merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2020-2024. Ombudsman masuk sebagai salah satu dari 12 instansi pusat, yang menjadi target pembentukan CSIRT oleh BSSN.

"CSIRT merupakan organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau dan menanggapi laporan dan aktivitas inseden keamanan siber," pungkasnya.

Menurut Hinsa, tingginya serangan siber di Indonesia turut peningkatan implementasi layanan pemerintah berbasis elektronik. Salah satu kasus serangan siber yang baru-baru ini menarik perhatian publik, yakni kebocoran data pribadi dari server BPJS Kesehatan.(OL-11)

Baca Juga

Dinas Penerangan TNI-AU

Ini Latar Belakang Perubahan Nama Pasukan Elite Paskhas TNI-AU Jadi Pasgat

👤Golda Eksa 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:12 WIB
Perubahan nomenklatur tersebut tertuang dalam Perpang TNI Nomor 26 Tahun 2019 tentang Organisasi Tugas...
MI/BAYU ANGGORO

Pilpres 2024 Momentum Orang Sunda Membangun Kekuatan Politik

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:10 WIB
Dari Arteria Dahlan telah memantik kesadaran orang Sunda untuk bersatu, mengusung tokoh yang didukung dalam Pilpres...
Antara/Nyoman Budhiana

GMPG: Jangan Sampai Golkar Gagal di Pemilu 2024 

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 26 Januari 2022, 21:52 WIB
“Kondisi ini jelas bertolak belakang dengan harapan. Sebab, performa Airlangga Hartarto dipandang belum layak masuk dalam panggung...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya