Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan data pribadi di media sosial, khususnya dari aksi pencuri identitas atau penjahat siber
Sandiman Ahli Madya Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN Dwi Kardono di Samarinda, Jumat, menjelaskan perlindungan data pribadi merupakan langkah mendasar yang harus dilakukan sebelum mengamankan sistem elektronik yang lebih besar.
"Kita adalah target setiap detik, setiap menit. Akses kita ke dalam sistem menjadi target utama para penyerang di seluruh dunia," kata Dwi Kardono saat menjadi pembicara pada Sosialisasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi di Diskominfo Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (12/7).
Ia menjelaskan serangan siber bisa datang dari mana saja, bahkan dari luar dan menargetkan data pribadi yang ada di Indonesia. Peretas dapat mencoba mengendalikan data penting seperti akun perbankan, media sosial, WhatsApp (WA), hingga nomor telepon pribadi.
Kardono memaparkan beberapa faktor utama yang sering menjadi penyebab kebocoran data, seperti kurangnya kesadaran keamanan (security awareness) dan kesadaran untuk melindungi data pribadi di kalangan masyarakat masih sangat minim.
Ia menjelaskan kejahatan di lingkungan internal organisasi hacker bisa mengakses server data karena adanya celah keamanan, aplikasi yang tidak update dan hardware yang tidak diproteksi, serta banyak organisasi yang lengah dalam melakukan perlindungan data pribadi para pegawainya.
Adapun alasan utama para peretas mengincar data pribadi adalah untuk keuntungan finansial (profit), analisis data, politik, hingga kegiatan telemarketing.
Untuk melindungi diri, Kardono menekankan beberapa tips sederhana namun penting.
Ia menyarankan untuk menggunakan kata sandi yang kuat dan unik, terutama untuk akun-akun penting seperti email, perbankan, media
Salah satu tips krusial untuk menjaga keamanan data adalah dengan rutin memeriksa apakah data pribadi, terutama email, telah bocor.
BSSN merekomendasikan dua situs terpercaya untuk melakukan pengecekan ini: https://haveibeenpwned.com dan https://periksadata.com
Cukup dengan memasukkan alamat email yang sering digunakan untuk mendaftar di berbagai aplikasi atau situs web.
Kedua situs ini telah dinyatakan aman dan dapat membantu mengetahui apakah akun pernah menjadi bagian dari kebocoran data.
Dengan meningkatkan kesadaran dan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, masyarakat diharapkan dapat meminimalkan risiko menjadi korban kejahatan siber yang terus mengintai. (Ant/P-3)
Diduga, aksi pencurian tersebut dilakukan akibat tekanan ekonomi.
Pentingnya langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang.
Aksi pencurian rumah ini dilaporkan oleh orangtua korban seraya memastikan bahwa pelaku dan anak pelapor sudah saling mengenal sebelumnya.
Google mengeluarkan peringatan global bahwa banyak aplikasi VPN di perangkat Android yang sebenarnya adalah jebakan.
Korban ditembak oleh orang tak dikenal saat berusaha menggagalkan aksi pencurian sepeda motor pada Sabtu (8/11) pagi.
Korban bersama dua rekannya, Tihasan, 48 dan Ruin, 58, tengah berjaga malam saat melihat dua orang mencurigakan di sekitar permukiman melalui kamera pengawas (CCTV).
OJK mencatat lebih dari 370 ribu laporan penipuan transaksi keuangan sepanjang Januari–November 2025, dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.
OJK siap untuk berkontribusi dan menjadi bagian dari pencegahan kejahatan siber pada sektor jasa keuangan, dan diharapkan kerja sama ini dapat berjalan sesuai fungsinya
Tak hanya itu, keberhasilan ini membuktikan Tangsel terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Pusat Pengembangan SDM Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar workshop Gamifikasi Media Pembelajaran bertema Cybersecurity menggunakan Roblox Studio.
KEBERHASILAN ekonomi digital Indonesia sangat bergantung pada kesiapan keamanan siber di seluruh sektor.
Para taruna-taruni sebagai calon insan siber masa depan didorong untuk memahami pentingnya integritas dan tanggung jawab publik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved