Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Keamanan Siber Pilar Utama Transformasi Ekonomi Digital

Wisnu Arto Subari
14/11/2025 21:30
Keamanan Siber Pilar Utama Transformasi Ekonomi Digital
(MI/HO)

KEBERHASILAN ekonomi digital Indonesia sangat bergantung pada kesiapan keamanan siber di seluruh sektor. Ketika Indonesia menargetkan diri menjadi salah satu dari lima besar ekonomi dunia pada 2045, ekonomi digital akan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

"Potensi ekonomi digital Indonesia sangat besar, tetapi di balik peluang itu terdapat risiko yang juga besar. Karena itu, sejak awal kita harus siap dengan strategi mitigasi dan manajemen risiko yang matang," ujar Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Slamet Aji Pamungkas, dalam keterangan resmi, Jumat (14/11).

Slamet menjelaskan empat paradigma utama keamanan siber yang perlu diterapkan setiap organisasi yaitu keamanan siber harus dipandang sebagai investasi, bukan biaya; dirancang sejak awal (by design), bukan reaktif setelah terjadi insiden; menjadi tanggung jawab kolektif seluruh pihak, bukan hanya tim IT; serta membutuhkan komitmen top-down dari pimpinan tertinggi agar kebijakan keamanan dapat berjalan efektif.

Ia juga menegaskan bahwa faktor manusia merupakan komponen paling krusial dalam menjaga keamanan siber. Berdasarkan standar SNI 27001:2022, sekitar 70% unsur keamanan informasi bergantung pada kesadaran dan perilaku sumber daya manusia. 

Banyak pelanggaran justru terjadi karena kelalaian individu, seperti mengabaikan pembaruan sistem atau tidak berhati-hati terhadap serangan phishing. "Teknologi boleh semakin canggih, tetapi jika penggunanya tidak memiliki kesadaran keamanan, sistem tetap bisa ditembus," jelasnya.

Slamet menyampaikan itu dalam acara BPD Go Digital: Compliance & Innovation di Bandung, Jawa Barat, yang digelar PT Mitra Mandiri Informatika (MMI) bersama Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dan didukung oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Selama tiga hari, 12-14 November 2025, para peserta dari seluruh bank pembangunan daerah (BPD) memahami bahwa dalam konteks transformasi yang semakin pesat, keamanan siber menjadi fokus utama, bukan sekadar pelengkap teknologi, melainkan fondasi penting bagi sistem keuangan nasional berkelanjutan. (I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik