Jumat 18 Juni 2021, 23:24 WIB

Penyidik Periksa Tukang Loak dalam Kasus Asabri

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Penyidik Periksa Tukang Loak dalam Kasus Asabri

MI/ Susanto
Ilustrasi

 

PENYIDIK Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asabri

Berdasarkan keterangan tertulis yang disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjunak, salah satu saksi yang diperiksa adalah Joe Tjen Hoa. Profesi Joe disebut sebagai tukang loak.

"JTH selaku pihak swasta atau tukang loak. Saksi diperiksa terkait klarifikasi blokir SID (Single Investor Identification)," kata Leonard, Jumat (18/6).

Selain Joe, penyidik Gedung Bundar juga mengklarifikasi pemblokiran SID terhadap dua saksi lainnya, yaitu Anie Kusdiani dan Febe Valentine. Menurut Leonard, Anie merupakan ibu rumah tangga, sementara Febe disebut sebagai karyawan swasta.

SID adalah identitas tunggal investor yang digunakan untuk melakukan aktivitas di pasar modal Indonesia. SID berguna sebagai tanda bahwa seseorang telah resmi terdaftar sebagai salah satu investor di pasar modal. Penerbit SID dikeluarkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Selain tiga orang tersebut, penyidik juga memeriksa Direktur Utama PT Evergreen Sekuritas Indonesia, Nugroho Surjo. Leonard menyebut Nugroho diperiksa terkait pendalaman broker PT Asabri.

Saksi terakhir yang diperiksa adalah Tommy Iskandar Widjaja selaku Presiden Komisaris PT Prima Cakrawala Abadi. Pemeriksaan terhadap Tommy dilakukan untuk mendalami nomine tersangka Heru Hidayat selaku Komisaris Utama PT Trada Alam Minera.

Dalam kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp22,78 triliun ini, Kejagung telah menetapkan sembilan orang tersangka. Di samping Heru, nama lain yang terseret adalah Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro. Keduanya juga diketahui turut bersekongkol dalam skandal megakorupsi di Asuransi Jiwasraya yang merugikan negara Rp16,807 triliun.

Direktur Utama ASABRI, yaitu Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaya juga turut ditersangkakan. Selain itu, petinggi ASABRI yang menjadi tersangka adalah Bachtiar Effendi selaku Direktur Keuangan ASABRI 2008-2014; Hari Setiono selaku Direktur Asabri 2013-2014 dan 2015-2019; dan Ilham W Siregar selaku Kepala Divisi Investasi Asabri 2012-2017.

Dua tersangka lain adalah Lukman Purnomosidi selaku Direktur Utama PT Prima Jaringan dan Jimmy Sutopo selaku Direktur Jakarta Emiten Investor Relation. (OL-8)

 

Baca Juga

ilustrasi

Aparat Diminta Beri Efek Jera Pelaku Pembunuhan Ketua MUI Labura

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 30 Juli 2021, 08:54 WIB
Kepolisian harus memastikan dapat memberi efek jera kepada...
Antara

Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin Diperiksa Terkait Korupsi Masjid Sriwijaya

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 29 Juli 2021, 21:16 WIB
Alex disebut telah menerima uang sebesar Rp2,343 miliar dan Rp300 juta untuk biaya swe...
MI/Ramdani

Jimly Asshiddiqie Sebut Koruptor Masjid Sriwijaya Biadab

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 29 Juli 2021, 21:04 WIB
Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan telah menersangkakan enam orang, empat di antaranya telah diseret ke meja...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Atletik Jadi Lumbung Medali

SALAH satu cabang olahraga yang akan sangat menarik untuk disaksikan di Olimpiade 2020 ialah atletik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya