Rabu 09 Juni 2021, 20:28 WIB

Keseriusan KPK Usut Dugaan Peran Azis Syamsuddin Ditunggu

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Keseriusan KPK Usut Dugaan Peran Azis Syamsuddin Ditunggu

Antara/reno Esnir
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin berjalan keluar gedung KPK

 

WAKIL Ketua DPR Azis Syamsuddin akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini, keseriusan KPK ditunggu dalam mengusut kasus suap Tanjungbalai yang menyeret nama politikus Partai Golkar itu. Komisi antirasuah diharapkan membuka seterang-terangnya kasus yang juga melibatkan eks penyidik AKP Stepanus Robin Pattuju itu.

"Ketika baru kali ini Azis bersedia hadir, maka ada asa baru terhadap KPK untuk membuktikan bahwa KPK masih bisa diandalkan. Karenanya penting mengawal kasus ini secara serius bukan saja untuk kepentingan memastikan (dugaan) keterlibatan Azis, tetapi sekaligus membuktikan ketangguhan KPK," kata Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus saat dihubungi, Rabu (9/6).

Menurut Lucius, proses kasus Tanjungbalai itu ke depan harus dibuka transparan untuk menunjukkan keseriusan KPK. Terlebih, kata dia, KPK saat ini tengah digelayuti kisruh internal akibat persoalan alih status pegawai.

"Karenanya penting mengawal kasus ini secara serius bukan saja untuk kepentingan memastikan keterlibatan Azis, tetapi sekaligus membuktikan ketangguhan KPK. Jika nampak tak terbuka dan tak serius memproses Azis, maka tentu bisa dipastikan KPK memang sudah lemah," ucapnya.

Baca juga : Azis Syamsuddin Pilih Bungkam usai Diperiksa KPK

Dalam kasus Tanjungbalai itu, KPK menetapkan tiga tersangka yakni Stepanus Robin, Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, dan seorang advokat Maskur Husain.

Nama Azis turut terseret dalam kasus itu lantaran diduga mengenalkan Robin kepada Wali Kota Tanjungbalai. Diduga, ada pertemuan di rumah Azis Syamsuddin pada Oktober 2020. Pertemuan itu ditengarai membicarakan soal kasus jual-beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai yang tengah ditangani komisi antirasuah. 

KPK menduga Robin menerima suap Rp1,3 miliar dari komitmen Rp1,5 miliar. Dia menjanjikan kasus jual beli jabatan di Tanjungbalai tak naik ke penyidikan meski ujungnya perkara itu tetap lanjut. (OL-7)

Baca Juga

Ilustrasi

Ini Isi SKB Pedoman Implementasi UU ITE yang Baru Terbit

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 23 Juni 2021, 23:40 WIB
Adanya pedoman ini diharapkan penegakan hukum terkait UU ITE tidak menimbulkan multitafsir dan menjamin terwujudnya rasa...
Antara

Korupsi, Pejabat Kapuas Hulu Dituntut Enam Tahun Penjara

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 Juni 2021, 23:15 WIB
Terlibat perkara tipikor reboisasi hutan Kapuas...
Antara

Eks Direktur Teknik Garuda Divonis 8 Tahun Penjara

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 23 Juni 2021, 21:57 WIB
Hadinoto Soedigno terbukti bersalah dalam kasus suap dan tindak pidana pencucian uang terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat pada...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Diplomasi Jalur Rempah di Kancah Dunia

Perjalanan sejarah Indonesia terasa hambar tanpa aroma rempah. Warisan sosial, ekonomi, serta budaya dan ilmu pengetahuan itu kini dikemas dan disodorkan kepada dunia untuk diabadikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya