Kamis 27 Mei 2021, 08:10 WIB

Tak Ingin Tergesa, KPK Kumpulkan Bukti Sebelum Panggil Azis

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
Tak Ingin Tergesa, KPK Kumpulkan Bukti Sebelum Panggil Azis

MI/Susanto
Tangkapan gambar pemeriksaan Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin melalui telepon pintar seusai diperiksa Dewan Pengawas KPK

 

DEPUTI Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto mengaku tidak ingin terburu-buru memanggil Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Pihaknya lebih dulu mengumpulkan bukti sebelum melakukan pemanggilan.

"Kita lebih mengumpulkan lagi keterangan-keterangan yang nanti berkaitan dengan materi yang akan ditanyakan kepada yang bersangkutan," kata Karyoto di Jakarta, Rabu (26/5).

Karyoto mengatakan Azis bakal dipanggil setelah KPK mengantongi bukti. Dia enggan membeberkan bukti yang dibutuhkan Lembaga Antikorupsi untuk dikaitkan dengan perbuatan Azis dalam kasus itu.

Karyoto mengatakan tidak ada kendala dalam pemanggilan Azis. Lembaga Antikorupsi hanya menunggu waktu yang pas untuk memanggil Azis. 

Pelaksana tugas (Plt) juri bicara KPK Ali Fikri memastikan Azis akan dipanggil. Pemanggilan Azis tergantung kebutuhan penyidik.

"Nanti pada saatnya akan kami panggil sesuai dengan kebutuhan nanti keterangan di proses penyidikan," ujar Ali.

Baca juga: MKD Tunggu Proses Hukum KPK Terkait Azis Syamsuddin

Azis Syamsuddin merupakan orang yang mengenalkan Penyidik Stepanus Robin Pattuju ke Wali Kota Tanjung Balai. Pertemuan itu dilakukan di rumah dinasnya.

Azis mangkir dalam panggilan pertama KPK. Namun, sudah dua kali dia dipanggil sebagai saksi oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK dalam pengusutan pelanggaran etik Robin. Di panggilan kedua itu Azis hadir.

Dalam panggilan yang terakhir, tepatnya pada Selasa, 25 Mei 2021, Azis sempat ditemui oleh awak media. Dia berjanji akan mengikuti seluruh proses hukum dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Tanjung Balai itu.

"Saya ikut proses yang ada saja, terima kasih," kata Azis di Kantor Dewas KPK, Jakarta Selatan, Selasa (25/5).

Azis enggan memerinci pertanyaan Dewas dalam sidang etik itu. Dia juga enggan menjelaskan keterlibatannya dalam kasus dugaan suap yang juga menjerat Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial itu.

Azis pilih pergi meninggalkan para pewarta. Dia langsung masuk ke mobilnya dan meninggalkan markas Dewas KPK.(OL-5)

Baca Juga

 MI / ADAM DWI

Ambang Batas Pencalonan Presiden Dapat Munculkan Calon Tunggal

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 19 Januari 2022, 16:07 WIB
Refly menyebut dukungan politik di parlemen terhadap penguasa saat ini, hampir 82% kursi atau mendapatkan dukungan mayoritas suara dari...
DOK NasDem.

NasDem: UU IKN Tampilkan Karakter Hukum Progresif

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Januari 2022, 15:15 WIB
Pada Pasal 8 UU IKN bahwa penyelenggara pemerintahan daerah khusus IKN Nusantara ialah Otorita IKN Nusantara yang beroperasi paling lambat...
Ist/DPR

Fraksi Gerindra Perjuangkan Jakarta Jadi Pusat Keuangan, Bisnis, dan Ekonomi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Januari 2022, 14:08 WIB
Pemerintah harus memikirkan Jakarta sebagai daerah khusus ekonomi, bisnis, dan keuangan serta sejarah setelah UU Pemindahan (IKN) Ibu Kota...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya