Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
POLITIKUS dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Baidowi menuturkan keputusan Presiden Joko Widodo mengubah nomenklatur Kementerian Riset dan Teknologi, membentuk Kementerian Investasi, serta wacana reshuffle kabinet, karena adanya persoalan teknis.
Menurut Baidowi, pembentukan kementerian investasi tersendiri, merupakan upaya presiden mendatangkan investasi bersamaan dengan dirancangnya UU Omnibus Law. Tetapi, ada permasalahan, selama ini Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tidak punya kewenangan yang besar karena bukan kementerian.
"Kami melihatnya persoalan teknis misalnya BKPM dinaikan statusnya menjadi kementerian. Diharapkan kewenangannya lebih fungsi koordinasinya lebih kuat untuk mengoordinasikan investasi dengan kementerian lainnya berkaitan dengan Undang-Undang Omnibus Law," ujar Baidowi dalam diskusi bertajuk "Jangan Pegel Nunggu Reshuffle" yang digelar oleh MNC Trijaya, Sabtu (23/4).
Menurut Baidowi, perubahan nomenklatur Kementerian Ristek, tidak didasarkan pada tarik-menarik kepentingan politik sebab dua kementerian yakni Ristek dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tidak diisi oleh tokoh politik.
"Kementerian ini tidak berasal dari partai politik, kalau menterinya dari partai politik (baru) ada kecurigaan tarik-menarik kepentingan politik," ujarnya.
Sementara itu, politikus dari Partai Gerindra Fadli Zon menuturkan resfhuffle kabinet merupakan tindakan teknis dari kebutuhan yang ada.
Ia juga menyampaikan bahwa wajar dalam sistem pemerintahan presidensil, kepala negara bisa melakukan pergantian kabinet kapanpun.
Tetapi ia mengakui perubahan nomenklatur Kementerian Ristek yang dilebur ke dalam Kemendikbud, terkesan bahwa pemerintah tidak mengantisipasi sejak awal persoalan yang muncul. Selain itu, rencana pemerintah membentuk kementerian baru yakni kementerian investasi perlu dipertimbangkan efektivitasnya.
"Publik jadi berpikir apakah tidak dipikirkan dari awal perubahan nomenklatur dari 1,5 tahun pemerintahan (periode kedua) dan apakah akan efektif?" cetusnya.
Ia pun meminta supaya orang-orang di sekitar Presiden Joko Widodo bisa memberikan masukan yang cermat membaca prioritas persoalan yang harus diselesaikan antara lain pandemi Covid-19 dan permasalahan ekonomi yang ditimbulkan. (Ind/OL-09)
Anggota DPR RI Irine Yusiana mendesak pemerintah menerbitkan Inpres transportasi publik. Data MTI menunjukkan hanya 8% daerah yang alokasikan anggaran.
DPR RI mendesak investigasi menyeluruh atas gugurnya prajurit TNI dalam serangan misil di markas pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
DPR mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk segera mengeluarkan kesimpulan tegas terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus
Anggota Komisi III DPR Gus Falah Amru apresiasi penurunan angka kecelakaan Mudik 2026, namun ingatkan Polri agar terus berinovasi dan jangan cepat berpuas diri.
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyoroti temuan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terkait maraknya pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).
Wakil Ketua Komisi II DPR Aria Bima ingatkan pemerintah bahwa WFH satu hari bukan solusi tunggal hemat BBM.
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada reshuffle kabinet di istana, hari ini (28/1).
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan istana belum membahas soal adanya isu reshuffle kabinet. melainkan pelantikan dewan energi nasional
KEPALA Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menuturkan apabila reshuffle kabinet Merah Putih merupakan hal wajar. Sebab, saat ini jabatan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) kosong
SEKRETARIS Negara Prasetyo Hadi membantah adanya isu perombakan (reshuffle) kabinet. Menurutnya, makna reshuffle yang beredar luas di publik tidak benar.
Isu perombakan kabinet kembali menguat seiring santernya kabar nama Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Budi Djiwandono, yang disebut-sebut berpeluang masuk ke jajaran eksekutif
Pemerintahan Prabowo-Gibran genap berusia satu tahun pada 20 Oktober 2025. Dari sektor ekonomi, beberapa capaian mendapat apresiasi. Namun sejumlah catatan juga dinilai masih berantakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved