Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDAMAIAN di Papua harus terus direalisasikan oleh semua pihak. Pemerintah, kelompok pro kemerdekaan Papua dan semua pihak yang berkepentingan harus sungguh-sungguh mengutamakan dialog damai.
“Sekali lagi, kami mengutuk keras penembakan-penembakan yang merenggut nyawa warga yang tak berdosa. Kekejaman dan pembunuhan yang dilakukan oleh siapa pun kepada siapa pun tidak bisa dibenarkan,” kata Ketua Dewan Pengurus Public Virtue Research Institute (Hilful Fudhul) Usman Hamid dalam keterangannya, Senin (18/4).
Ia mengatakan guru bernama Yonathan Renden asal Distrik Beoga-Papua dan seorang pelajar SMA bernama Ali Mom,16, asal Kampung Wuloni Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak Jaya, Papua harus menjadi korban terakhir.
Pendekatan-pendekatan humanis yang digagas dan dilakukan Presiden ketiga Abdurrahman Wahid atau Gus Dur cukup efektif dan bisa dihidupkan kembali. "Tapi harus ada komitmen bersama untuk menjaga perdamaian Papua," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mukti Ali Qusyairi mengatakan pihak yang membunuh guru atau pelajar tidak memiliki rasa hormat dan kebanggaan atas ilmu pengetahuan. Kedua status itu merupakan harapan dan memajukan bangsa di masa depan.
"Berdasarkan Al-Quran, tepatnya dalam surat Al-Maidah ayat 32, dikatakan bahwa membunuh satu nyawa sama seperti membunuh seluruh nyawa manusia. Sebaliknya menyelamatkan kehidupan satu nyawa sama seperti menyelamatkan kehidupan seluruh nyawa umat manusia," paparnya.
Mukti menambahkan guru dan pelajar dalam pandangan agama-agama, memiliki kedudukan mulia dan harus dimuliakan. Karena itu kata dia, Hilful Fudhul merekomendasikan tiga hal.
Pertama, mendesak aparat hukum agar segera menangkap pembunuhnya dan menghukum seadil-adilnya. Kedua, mendesak aparat keamanan memberikan jaminan keamanan bagi seluruh masyarakat Papua, terkhusus pelajar, guru dan tenaga pengabdi masyarakat di Papua.
"Ketiga, perlu dukungan dan partisipasi seluruh pihak untuk menjaga dan melindungi orang-orang yang bertugas mengabdi di bidang layanan pendidikan dan kesehatan di Papua," pungkasnya. (Cah/OL-09)
WAKIL Bupati Jayawijaya Papua, Ronny Elopere mengecam serangan kelompok sparatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya yang menembak mati 2 warga sipil.
Indrajaya mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku kejahatan, seraya mengatakan pelanggaran tersebut tidak dapat diampuni.
Jalur dialog secara intensif harus dibuka oleh pemerintah karena situasi kekerasan di Bumi Papua terus berlangsung sejak lama.
Evakuasi jenazah korban penyerangan KKB menghadapi kendala berat karena lokasi kejadian berada di area hutan lebat dengan akses transportasi terbatas.
Puan lantas menyatakan bahwa DPR RI, khususnya Komisi I dan III, memiliki wewenang konstitusional untuk mengawasi kebijakan pertahanan, keamanan, serta hukum dan HAM.
DUA jenazah pendulang emas yang tewas dibunuh kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan selesai divisum di RSUD Dekai.
Selama ini, sektor pertanian di Papua terbebani oleh ongkos pengiriman pupuk yang sangat mahal.
POLRES Mamberamo Raya menangani peristiwa kecelakaan lalu lintas sungai yang terjadi di Sungai Mamberamo dan mengakibatkan tiga orang warga dilaporkan hilang terbawa arus, Jumat (16/1).
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Sepanjang tahun 2025, Kepolisian Daerah Papua mencatat 104 aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dengan korban 94 orang meninggal dunia.
Papua merupakan tanah yang sarat dengan nilai-nilai kedamaian
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved