Kamis 15 April 2021, 20:14 WIB

Asosiasi: Jangan Tergesa Tentukan Konsep Ibu Kota Negara

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Asosiasi: Jangan Tergesa Tentukan Konsep Ibu Kota Negara

Antara
Foto udara kawasan wisata Bukit Bangkirai, Kutai Kartanegara, yang merupakan calon wilayah Ibu Kota Negara.

 

SEBANYAK tujuh asosiasi bidang jasa konstruksi menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada Kamis (15/4) ini.

Kedatangan mereka bertujuan memberi masukan dan gagasan terkait pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di wilayah Kalimantan Timur. Seusai bertemu Kepala Negara, Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota Indonesia Andi Simamarta menyampaikan beberapa poin yang menjadi topik utama pembahasan.

Pertama, ketersambungan antara rencana pembangunan yang bersifat makro dan realisasi di level terbawah. "Jika dilakukan seperti ini, visi misi yang disampaikan Presiden betul-betul bisa diterjemahkan ke dalam proses konstruksi yang memenuhi standar pembangunan," ujar Andi.

Baca juga: Rampung di 2024, Jokowi Bisa 17-an di Istana Negara Ibu Kota Baru

Lalu kedua, pihaknya meminta pemerintah tidak tergesa-gesa dalam menentukan konsep bagi pembangunan IKN baru. Seluruh proses harus dilakukan secara terukur, demi merealisasikan konsep yang tepat.

"Kita semua ingin agar IKN baru jadi percontohan dunia. Kita harus membangun dengan mengedepankan alam, mengedepankan hutan hujan tropis, yang sudah kita miliki. Kita berpihak kepada masyarakat lokal," pungkas Andi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa memastikan bahwa pemerintah akan melibatkan para ahli di bidang konstruksi dan keinsinyuran dalam membangun IKN baru.

Baca juga: Menkeu Ingatkan Refocusing TKDD Bantu Pemulihan Ekonomi

"Bapak Presiden mengundang para ahli untuk ikut serta duduk di Badan Otorita Ibu Kota, apabila sudah terbentuk. Setidaknya mereka bisa memberikan rekomendasi tentang segala hal terkait perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Ibu Kota Negara," kata Suharso.

Dia menjelaskam bahwa IKN yang akan dibangun merupakan sebuah kota yang didedikasikan untuk seluruh penduduk Indonesia. Sudah semestinya jika semua masyarakat di Tanah Air memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.

"Pemerintah akan terbuka dengan semua gagasan. Semua usulan yang disampaikan secara baik dan konstruktif, untuk membangun IKN yang akan datang," tandasnya.(OL-11)

Baca Juga

MI/ Susanto

Penyidik Periksa Tukang Loak dalam Kasus Asabri

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 18 Juni 2021, 23:24 WIB
"JTH selaku pihak swasta atau tukang loak. Saksi diperiksa terkait klarifikasi blokir SID (Single Investor Identification)," kata...
MI/Panca Syurkani

LSI Denyy JA Sebut Airlangga Layak Jadi Capres, Ini Tanggapan Golkar

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 18 Juni 2021, 23:06 WIB
"Pada dasarnya Golkar mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang menaruh harapan terhadap Ketua umum Golkar Airlangga...
dok.mi

Kehadiran Pimpinan KPK ke Komnas HAM Niat Baik Luruskan Soal TWK

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 18 Juni 2021, 22:21 WIB
PAKAR Hukum Pidana Prof Romli Atmasasmita menilai kedatangan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron ke Komnas HAM merupakan niat baik...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pungli Tetap Marak Pak Satgas!

Pungli di berbagai layanan publik terus menjadi masalah yang dialami masyarakat, bahkan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya