Rabu 07 April 2021, 09:35 WIB

Ini Penjelasan Kapolri Soal Larang Media Siarkan Kekerasan Aparat

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Ini Penjelasan Kapolri Soal Larang Media Siarkan Kekerasan Aparat

ANTARA/Hafidz Mubarak A
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah)

 

KAPOLRI Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mencabut telegram nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 tanggal (5/4) terkait larangan menyiarkan tindakan arogansi aparat kepolisian. Hal itu dilakukan setelah mendengar dan menyerap aspirasi dari kelompok masyarakat.

Listyo menjelaskan niat dibuatnya surat telegram tersebut. Ia meminta agar jajaran kepolisian tidak bertindak arogan atau menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Oleh sebab itu, Listyo menginstruksikan agar seluruh personel kepolisian tetap bertindak tegas tapi juga mengedepankan sisi humanis dalam menegakan hukum di masyarakat.

Baca juga: Komisi III DPR RI Apresiasi Langkah Kapolri Cabut Telegram

"Arahan saya adalah Polri bisa tampil tegas namun humanis namun kami lihat di tayangan media masih banyak terlihat tampilan anggota yang arogan. Oleh karena itu, tolong anggota untuk lebih berhati-hati dalam bersikap di lapangan," ungkap Listyo, Rabu (7/4).

Listyo menekankan gerak-gerik perilaku anggota kepolisian selalu disorot masyarakat. Sebab itu, Kapolri mengingatkan, satu perbuatan arogan oknum polisi dapat merusak citra Polri yang saat ini sedang berusaha menuju lebih baik dan profesional.

"Karena semua perilaku anggota pasti akan disorot. Jika ada beberapa perbuatan oknum yang arogan, bisa merusak satu institusi. Karena itu, saya minta agar membuat arahan agar anggota lebih hati-hati saat tampil di lapangan, jangan suka pamer tindakan yang kebablasan dan malah jadi terlihat arogan," ungkapnya.

Listyo menyatakan, telegram yang sempat muncul ternyata menimbulkan perbedaan penafsiran dengan awak media atau insan pers. Kesalahan persepsi dalam hal ini bukanlah media dilarang meliput arogansi polisi di lapangan.

Namun, menurut Listyo, semangat sebenarnya dari telegram itu adalah pribadi dari personel kepolisian itu sendiri yang tidak boleh bertindak arogan.

"Jadi dalam kesempatan ini saya luruskan, anggotanya yang saya minta memperbaiki diri untuk tidak tampil arogan. Memperbaiki diri sehingga tampil tegas namun tetap terlihat humanis. Bukan melarang media merekam atau mengambil gambar anggota yang arogan," paparnya.

"Dan sekali lagi mohon maaf atas terjadinya salah penafsiran yang membuat ketidaknyamanan teman-teman media, sekali lagi kami selalu butuh koreksi dari teman-teman media dan eksternal untuk perbaikan insititusi Polri agar bisa jadi lebih baik," pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

Dok. Istana Kepresidenan

Jubir Wapres: Wajar Kepuasan Kinerja Wapres di Bawah Jokowi

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 13 April 2021, 04:35 WIB
Masduki menyebutkan, dirinya justru merasa heran apabila tingkat kepuasan terhadap Wapres melebihi...
Antara

Kubu Moeldoko Yakin Menang atas AHY di Pengadilan

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 22:10 WIB
SAAT ini kubu Moeldoko sedang melakukan upaya hukum di pengadilan pasca tidak disahkan KLB partai Demokrat Deli...
Antara

Airlangga Tokoh Parpol Elektabilitas Tertinggi Capres 2024

👤RO/Micom 🕔Senin 12 April 2021, 21:50 WIB
Survey terhadap 1.200 responsen di 34...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya