Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH akan membuat kebijakan terkait strategi penangkalan kemungkinan adanya anggota masyarakat yang melanggar larangan mudik. Hal ini untuk memastikan masyarakat tidak coba-coba secara sembunyi-sembunyi melakukan aktivitas mudik Lebaran 2021 ini.
“Saat ini tengah disusun strategi penangkalan apabila terjadi kebocoran,” katanya saat melakukan peninjauan vaksinasi Covid-19 massal di Lapangan Olahraga Tiara Batara, Melayu, Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Selasa (30/3).
Ma’ruf memastikan bahwa pemerintah tidak mau terlambat, apalagi mencabut larangan mudik lebaran tahun ini. Pasalnya, berdasarkan pengalaman tahun lalu ketika pemerintah terlambat melarang aktivitas mudik, angka penularannya tinggi hampir 90% seminggu setelah masa mudik tuntas.
Baca juga: Kabareskrim Sebut Perdagangan Narkoba Lintas Negara Jadi Tantangan
“Karena itu pemerintah menganggap mudik tahun ini akan membahayakan karena bisa meningkatkan angka penularan,” jelasnya.
Menurut Ma’ruf, saat ini pemerintah meyakini angka penularan virus covid-19 sudah relatif bisa dikendalikan. “Sehingga kita tidak boleh euphoria karena menganggap sudah turun. Karena itu saat ini lebih awal melarangnya (mudik),” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Kepala BNPB Donny Monardo menyebutkan, kasus penyebaran virus biasanya meningkat setiap ada liburan panjang.
“Pengalaman kita selama setahun ini, setiap ada liburan panjang pasti diikuti kasus harian yang meningkat, kasus aktif yang tinggi, ketersediaan RS yang semakin tinggi, dan angka kematian yang meningkat, termasuk dari kalangan dokter dan tenaga medis. Ini yang menyebabkan larangan mudik disampaikan lebih awal,” jelasnya
Ia mengakui adanya kemungkinan terjadinya kebocoran saat pelarangan aktivitas mudik ini. Karena itu, tambahnya, adalah tugas kita bersama untuk mengingatkan bahaya mudik.
“Kalau tidak ada larangan mudik, diperkirakan 33% warga akan melakukan mudik. Tetapi kalau ada larangan pun ada potensi kebocoran hingga 11%. Kita sudah lihat saat Imlek dan Liburan Isra Mi’raj yang kasus aktifnya rendah karena tidak ada liburan panjang,” pungkasnya. (OL-6)
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan kelancaran kendaraan yang masuk ke arah Jakarta setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada arus mudik.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
"Perubahan cuaca yang cepat juga perlu menjadi perhatian dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, termasuk aktivitas luar ruang seperti ibadah dan wisata."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved